Ada 3.451 Janda di Kabupaten Tegal

SLAWI – Terhitung sejak bulan Januari hingga September 2019, jumlah gugatan cerai di Pendadilan Agama Slawi, Kabupaten Tegal sebanyak 3.451 kasus. Gugatan itu mayoritas dilakukan oleh istri kepada suami. Hal ini diungkapkan Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Tegal, Edi Budiyanto, saat mewakili Bupati Tegal Umi Azizah membuka acara Seminar Tips dan Trik Keluarga Sakinah Mawadah Wa Rahmah (Samawa) di Pendapa Amangkurat, Kabupaten Tegal, Selasa (5/11).

Menurut Edi, jika mendasari data dari Pengadilan Agama Slawi, terdapat 1.434 kasus atau sekitar 34 persen perceraian karena pasangan yang meninggalkan salah satu pihak. Sedangkan kasus perceraian yang dipicu faktor ekonomi sebanyak 1.389 kasus atau 33 persen. Sementara sisanya, terjadi perselisihan dan pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), poligami, kawin paksa dan murtad.

“Jika ditotal, jumlahnya sebanyak 3.451 kasus. Berarti, ada janda baru di Kabupaten Tegal sebanyak itu. Rata-rata setiap hari ada 13 janda baru. Ini seperti lirik lagunya Cita Citata, perawan memang cantik, tapi janda lebih menarik,” kata Edi yang disambut canda dan tawa.

Edi menyebut, jumlah kasus perceraian di Kabupaten Tegal setiap tahun kian meningkat. Tahun 2017 jumlahnya mencapai 4.050 kasus. Kemudian tahun 2018, bertambah menjadi 4.212 kasus. Melihat kondisi itu, Edi berharap masyarakat Kabupaten Tegal dapat membangun keluarga Samawa atau keluarga harmonis. Selain itu, masyarakat juga harus dapat membuka wawasannya. Karena saat ini, era digital atau internet of things (IOT) 3.0 sudah mulai berkembang pesat. Dimana setiap orang sangat dimanjakan, dimudahkan dengan teknologi informasi yang tidak dapat dibendung. Terlebih ada sosial media, seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp.

“Di Facebook kita tidak hanya bisa mencari teman lama, tapi juga bisa memfilter pertemanan berdasarkan jenis kelamin, tempat tinggal, usia, kegemaran atau hobi hingga status perkawinan. Apalagi tahun 2018 lalu, Facebook mempunyai fitur Facebook Dating yang membantu siapapun yang ingin mencari pasangan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Tegal Ratna Widodo Joko Mulyono menyampaikan perceraian terjadi bukan hanya dari faktor materi atau ekonomi. Terbukti, banyak keluarga yang bergelimang harta tetapi memutuskan untuk bercerai. Karena itu setiap keluarga harus dibekali dengan tips dan trik supaya tercapai keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah.

“Sayangilah keluarga kita supaya tetap utuh sampai akhir hayat,” pesannya.

(yer)