Oktober 2019, Kelompok Mamin Sumbang Inflasi 0,02 Persen

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan inflasi pada Oktober 2019 sebesar 0,02 persen. Inflasi tertinggi disumbang oleh kelompok makanan dan minuman (mamin) dan rokok.

Inflasi terjadi di 43 kota. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen dan terendah di Pematangsiantar, Tual, dan Ternate masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sementara deflasi terjadi di 39 kota. Deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan sebesar 0,69 persen dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen.

Inflasi disumbang oleh kenaikan harga, yaitu kelompok mamin, rokok, dan tembakau sebesar 0,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen; kelompok sandang sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,30 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2019 sebesar 2,22 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 3,13 persen.

Komponen inti pada Oktober 2019 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Oktober) 2019 sebesar 2,80 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 3,20 persen.

Terpisah, Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardana mengatakan, bahwa inflasi bulan Oktober ini masih lebih rendah karena masih ada beberapa bahan pangan yang mencatatkan deflasi.

“Inflasi inti secara keseluruhan menurun menjadi 3,20 persen disumbang oleh transportasi udara,” kata Wisnu dalam keterangan persnya, kemarin (1/11).

Menurut dia, secara keseluruhan inflasi masih terkendali sesuai target Bank Indonesia (BI), 3,5 persen sampai 4,5 persen tahun ini.

“Dengan demikian, inflasi yang rendah, maka tidak akan banyak mempengaruhi kebijakan BI,” tukas dia.

(din/fin)