Kebijakan Pemerintah Belum Berpihak Pada Pendidikan

    JAKARTA – Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyatakan, bahwa kuota CPNS untuk guru yang jumlahnya mencapai 63.324 formasi, dinilai masih kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan Indonesia.

    Pasalnya, kekurangan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sekolah negeri saat ini sudah mencapai 1.141.176 guru. Sementara jumlah guru yang akan pensiun dalam kurun waktu 2020-2024 mencapai 391.644 guru. Sedangkan yang sudah pensiun di periode 2017-2018 mencapai 90.287.

    Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim mengatakan, seleksi CPNS 2019 ini tentunya baru akan bertugas paling cepat di 2020. Sementara di 2020 jumlah guru pensiun diperkirakan mencapai 72.976 guru.

    Menurutnya, jumlah 63.324 formasi guru itu, kemungkinan tidak akan cukup mengganti guru pensiun tahun 2019 yang mencapai 62.759 guru. Belum lagi, ditambah jimlah guru-guru yang berpindah tugas ke struktural, diangkat jadi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang tak lagi memiliki kewajiban mengajar.

    “Melihat data-data tersebut, maka di mana keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan kita?,” kata Ramli, Kamis (31/10)

    Terlebih lagi, kata Ramli, pemerintah belum pernah tegas terhadap keharusan menempatkan guru PNS di sekolah-sekolah negeri. Melainkan masih membiarkan guru-guru PNS bertugas di sekolah swasta, sementara kewajiban utama pemerintah di sekolah negeri belum dituntaskan.

    “Untuk itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim harus berjuang ekstra keras terkait persoalan ketersediaan guru ini,” imbuhnya.

    Ramli menyebut, saat ini lebih dari satu juta tenaga pendidikan di Indonesia tak jelas statusnya dan tak jelas pendapatannya. Bahkan jauh lebih rendah dari pendapatan buruh kasar atau buruh bangunan.

    “Jika pendidikan kita terus menerus dibiarkan dikelola oleh orang-orang yang status gurunya tidak jelas dan pendapatannya di bawah Rp150ribu per bulan maka ‘lompatan’ yang dijanjikan tak akan pernah terwujud,” tegasnya.

    Menanggapi pernyataan itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana mengakui, bahwa untuk memenuhi kebutuhan guru tidak bisa langsung dipenuhi dalam satu tahun. Menurutnya, ada dua faktor, pertama beban fiskal besar, kedua, pendaftarnya tidak ada.

    “Memenuhi sekaligus tidak mungkin. Karena beban fiskal besar dan pendaftarnya juga tidak ada. Untuk itu, bertahap, lima tahun ke depan memenuhi semua guru,” terangnya.

    Bima berharap, daerah juga bisa menyiapkan calon tenaga guru terbaik, guna mengisi kebutuhan guru tersebut. “Ini juga harus disiapkan oleh daerah, untuk menyiapkan calon tenaga guru terbaik. Walaupun kosong tapi tidak menyiapkan nanti yang masuk dari tempat-tempat yang siap,” ujarnya.

    Dapat diketahui, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah resmi membuka pendaftaran calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 11 November 2019. Total yang akan dibuka 152.286 formasi, khusus untuk guru rekrutmen kali ini menyiapkan 63.324 formasi.

    (der/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here