Denda Dihapus, Pajak Ranmor Meningkat

ilustrasi pajak

BENGKULU – Program penghapusan pajak denda kendaraan bermotor (ranmor) dari Badan Pengelolahan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) yang dimulai September sampai Desember ternyata berimbas pada meningkatkan perolehan pajak ranmor. Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengelolahan Pendapatan Daerah BPKAD Provinsi Bengkulu, Sepra Agusri.

Dijelaskannya, khusus untuk September tahun ini saya, jumlah pajak ranmor yang disetor ke BPKAD sudah mencapai Rp 21 miliar. Jumlah itu bisa dikatakan meningkat Rp 3 miliar bila dibandingkan dengan September 2018 lalu, yang hanya sebesar Rp 18 miliar. Selain karena adanya penghapusan denda, peningkatan perolehan pajak ranmor juga disebabkan adanya mobil samsat keliling (samling).

Sepra pun menyebut kedua program itu sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Selain itu, Samsat keliling juga merupakan alat yang efektif mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan membantu memudahkan jangkauan masyarakat dalam membayar pajak. “Sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh ke kantor samsat untuk membayar pajak,” katanya.

Ditambahkannya, mobil Samsat keliling ada disetiap kabupaten dan kota. “Mobil Samsat keliling yang ada di Kota Bengkulu ini selalu keliling dan berpindah tempat, kalau misalnya hari ini ada di lokasi Simpang Kandis dan Sawah Lebar, bisa saja besoknya ada di Pagar Dewa dan Pintu Batu,” jelasnya.

Menurut Sepra dengan adanya program mobil Samsat keliling, khusus untuk UPTD Kota Bengkulu saja, pada bulan September bisa memperoleh pajak hampir Rp 600 juta. Sementara untuk Oktober, sudah mencapai Rp 800 juta lebih.

“Jadi dengan adanya Samsat keliling ini memang betul sangat efektif ditambah lagi dengan adanya penghapusan denda. Dengan ada program ini membuat masyarakat berkeinginan dan semakin sadar dengan kewajibannya membayar pajak kendaraan bermotor,” jelas Sepra.

(cw2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here