Gempa Guncang Filipina, 6 Orang Tewas

MANILA – Gempa berkekuatan 6,6 melanda kawasan Filipina selatan, Selasa (29/10). Setidaknya enam orang dilaporkan meninggal akibat tertimpa reruntuhan dan puluhan lainnya luka-luka.

Gempa bermagnitudo 6,6 itu juga merusak sejumlah rumah, gedung bertingkat dan sekolah di kawasan itu. Terlebih lagi, gempa ini menjadi yang kedua terjadi di wilayah Filipina selatan dalam sebulan terakhir, dengan gempa pertama menewaskan hingga lima orang.

Dilansir AFP, Selasa (29/10), Badan Survei Geologi AS (USGS) menyebut, gempa kali ini termasuk gempa dangkal, yang diikuti sejumlah gempa susulan dengan kekuatan hingga 5,8.

Seorang bocah remaja dilaporkan tewas, setelah tertimpa tembok yang runtuh saat hendak menyelamatkan diri keluar dari sekolahnya di Magsaysay, provinsi Davao.

Sejumlah siswa lainnya dapat keluar dengan selamat meski beberapa mengalami luka akibat berdesak-desakan dan terinjak saat menyelamatkan diri.

Sementara korban tewas kedua dilaporkan di kota Koronadal, dengan seorang pria berusia 66 tahun tertimpa tembok yang runtuh.

Korban tewas lainnya adalah, ayah dan anak yang tewas tertimpa reruntuhan tebing akibat gempa di Provinsi Cotabato Utara. Sedangkan dua korban tewas lainnya akibat tertimbun longsor di Magsaysay.

Seorang perempuan yang tengah hamil meninggal akibat tertimpa pohon yang roboh akibat gempa. Sedangkan seorang lelaki tewas karena luka parah di kepala akibat tertimpa reruntuhan di Kota Koronadal, Cotabato Selatan.

Sedikitnya 50 orang terluka akibat reruntuhan gedung, termasuk tujuh siswa dan guru yang terluka ketika menyelamatkan diri dari gedung sekolah yang runtuh.

“Bangunan tidak hanya bergerak, tapi sampai bergoyang,” kata Gadi Sorilla, dokter di rumah sakit di Tulunan, sekitar 25 kilometer dari pusat gempa.

Wali Kota Tulunan, Reuel Limbungan mengatakan, gedung balai kota setempat juga mengalami kerusakan parah, sementara pihak berwenang menerima banyak laporan korban cedera.

Tim penyelamat telah mulai disebar untuk menilai tingkat kerusakan di wilayah itu, di mana layanan listrik dan telepon terputus akibat gempa.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila menyampaikan, bahwa sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana gempa di Mindanao, Filipina.

“Alhamdulillah, belum ditemukan korban jiwa dan tidak ada WNI terdampak,” demikian disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Manila, Selasa (29/10).

Mindanao, Filipina, diguncang gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter(SR) pada Selasa (29/10) pagi pukul 04.44 waktu setempat. Gempa bumi tersebut berada di kedalaman 7 kilometer bawah laut dan 25 kilometer Timur Laut Kotabato, Mindanao, Filipina Selatan.

Sebelumnya Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa getaran dari gempa bumi yang terjadi di Mindanao, Filipina sempat dirasakan hingga wilayah Indonesia.

Gempa terasa di Tahuna, Sangihe, Melonguane, dan Talaud dalam skala intensitas II-III MMI. Di wilayah tersebut guncangan dirasakan seperti getaran dari mobil truk yang sedang melewati jalan.

(der/afp.fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here