70 Kg Sabu Diamankan dari Sindikat Malaysia-Indonesia

JAKARTA – Direktorat Narkoba Bareskrim Polri menangkap lima anggota jaringan narkotika Internasional. Dari penangkapan tersebut polisi mengamankan 70 kg sabu, 40 ribu ekstasi, dan ketamine 1 kilogram. Kelima pelaku tersebut adalah bandar narkoba jaringan Malaysia-Indonesia.

Direktur Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, pengungkapan dilakukan sejak Agustus-Oktober 2019. Diawali dengan temuan sabu seberat 30 kilogram yang dikirim lewat kargo di Jakarta Timur, pada Agustus 2019.

Eko merinci, hasil pengembangan temuan sabu itulah jajarannya berhasil menangkap lima tersangka, antara lain Sudirman alias Rudi, Syafrudin, Bayu Arif Andhika, Risaldi, dan Bastian alias Ibas yang ditangkap di lokasi berbeda.

Eko memaparkan, penangkapan terhadap para tersangka itu diawali dengan melakukan penyelidikan di wilayah Kabupaten Kampar, Riau. POlisi menangkap seorang tersangka atas nama Sudirman yang hendak transaksi di wilayah hukum Polda Riau, 7 Oktober 2019.

“Dari penyelidikan itu, polisi mencurigai satu unit mobil Daihatsu Ayla berwarna merah yang ternyata dikendarai tersangka, dan langsung memberhentikan dan memeriksa mobil. Alhasil, ditemukan 29 kg Sabu, 30 Ekstasi dan Ketamine,” kata Eko di Bareskrim Polri, Senin (28/10).

Lalu, pihaknya tiga tersangka pada 8 Oktober 2019. Mereka adalah Syafrudin, Risaldi dan Bastian alias Ibas.

“Mereka ditangkap di Hotel Holie Pekanbaru, Riau. Ketiganya, diketahui serahkan barang haram ke Sudirman. Sementara mereka mengakui, mengambil barang terlarang tersebut di rumah seorang bernama Bastian alias Ibas,” jelas Eko.

Ketiga tersangka ini kemudian mengaku mengambil barang haramnya dengan mendatangi rumah Ibas di wilayah Indragiri Hilir. Pada 11 Oktober polisi menangkap Bastian alias Ibas di rumahnya. Dari hasil penuturan Bastian, lanjut Eko, Bastian mendapatkan perintah dari Ridwan alias Wawan untuk memberikan barang haram tersebut.

“Saat ini Ridwan alias Wawan masih berstatus buron atau DPO, dan kami pastikan terus melakukan pengejaran kepadanya,” ujar Eko.

Selanjutnya, berdasarkan pengakuannya, Bastian ternyata masih menyimpan barang haram yang disembunyikan dalam serabut kelapa dan ditimbun dalam tanah di Perkebunan Sungai Piyai, Indragiri, Riau.

“Hasil pengakuannya itu, tentunya kami pun menuju perkebunan tersebut. Dan hasilnya itu didapat barang bukti sabu seberat 11 kilogram, 10 ribu butir ekstasi dan empat botol diduga codeine (narkotika golongan II),” tambah Eko.

Berdasarkan pengakuan tersangka juga, Eko menambahkan, DPO Ridwan menyerahkan barang haram itu kepada Bastian setelah menyuruhnya menerima dua karung goni warna coklat berisi narkoba dari seorang bernama Anwar di Kuala Sungai Piyai.

“Jadi, modus transaksi mereka ini dengan cara ship to ship dari Malaysia. Dan tersangka Ridwan menerimanya dengan langsung dilemparkan ke perahu pompong. Dan kami pun saat ini sedang melakukan koordinasi dengan kepolisian Malaysia mencari pengendalinya,” tegas Eko.

Di tempat yang sama, salah satu tersangka atasnama Syarifudin mengaku, dalam bisnisnya ini dirinya mendapatkan keuntungan Rp125 juta sekali pengiriman barang. Sementara itu, Bastian mengaku memeroleh Rp20 juta sekali menyimpan barang haram tersebut.

“Saya dikasih Rp20 juta untuk menyimpan barang itu,” singkat Bastian.

Kini, atas perbuatannya para tersangka bakal dijerat pasal 114 ayat (2) junto pasal 131 (1) Undang undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, pidana semur hidup atau dipenjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun atau denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here