Beranda Hukum dan Kriminal Istri Imam Nahrawi Minta Suaminya Didoakan

Istri Imam Nahrawi Minta Suaminya Didoakan

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Shohibah Rohmah, istri mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Ia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dana hibah KONI bagi tersangka Asisten Pribadi Menpora Mitfathul Ulum.

Ditemui usai pemeriksaan, Shohibah enggan berkomentar banyak. Ia hanya meminta kepada masyarakat untuk mendoakan sang suami dalam menjalani proses hukum.

“Mohon doanya ya. Saya saksinya Pak Mifrahul Ulum. Mohon doanya saja buat bapak (Imam Nahrawi),” ujar Shohibah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/10).

Shohibah diketahui menjalani pemeriksaan sekitar lima jam lamanya. Ia keluar dari Kantor KPK sekitar pukul 18.30 WIB. Namun, saat disinggung soal materi pertanyaan yang diajukan penyidik, ia enggan menjawab.

“Sedikit saja. Saya lupa (pertanyaannya),” ucap Shohibah.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membernakan adanya pemeriksaan terhadap istri Menpora Imam Nahrawi. Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan ini penyidik mendalami terkait hubungan Shohibah dengan Imam Nahrawi terkait kasus ini.

“Kami dalami tentu terkait dengan apa yang diketahui saksi tentang tersangka (Miftahul Ulum) dan hubungan tersangka dengan menpora,” kata Febri.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KONI. Selain Imam, dalam perkara yang sama KPK juga menetapkan Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum sebagai tersangka.

Penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara yang sebelumnya menjerat lima tersangka. Mereka adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Kemenpora Eko Triyanto.

Dalam konstruksi perkara, Imam Nahrawi diduga menerima suap total senilai Rp26,5 miliar sepanjang 2014-2018. Dana tersebut, diduga merupakan komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

(riz/gw/fin)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here