DPR-RI Sebut Jokowi Tak Salah Pilih Airlangga Sebagi Menko Perekonomian

0

FIN.CO.ID, Jakarta – Keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian adalah langkah tepat.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar Dito Ganinduto lewat pesan tertulisnya, Rabu (23/10). Dirinya menyambut baik susunan kebinet Indonesia Maju.

Menurut Dito, jika dilihat dari susunan kabinet, sosok yang dipilih, khususnya sektor perekomian dianggap sudah tepat. Mereka dianggap memiliki segudang pengalaman dan prestasi.

Seperti penunjukkan Airlangga Hartato sebagai Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian. Airlangga dianggap mampu memimpin sektor perekonomian.

Sebelum ditunjuk sebagai Menko Perekonomian, Airlangga memiliki segudang pengalaman di sektor perekonomian. Di antaranya pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VII (2006-2009), Ketua Komisi VI (2009-2014), dan terkahir dipercaya menjadi Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Saleh Husin pada 2016.

Saat menjabat sebagai Menperin, Airlangga menginisiasi Making Indonesia 4.0. Program tersebut dianggap sebagai upaya untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi industri digital 4.0.

Selain itu, berbagai gebrakan lain sektor industri era Airlangga Hartato yaitu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dan diresmikannya pabrik Mobil Esemka di Desa Demangan, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dengan segudang pengalaman dan prestasi tersebut, Dito meyakini jika Airlangga mampu mengelola dan memajukan sektor perekonomian Indonesia. Terlebih, jajaran kabinet yang berada di mitra Kemenko Perekonomian diisi oleh sosok yang berkompeten, seperti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dan Suharso Monoarfa dipercaya sebagai menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas.

Sri Mulyani kembali dipercaya sebagai Menkeu. Kapasitas wanita yang akrab disapa Ani itu tidak perlu diragukan lagi. Berbagai kebijakan dianggap mampu membawa perekonomian Indonesia lebih baik.

Di antaranya, berhasil memanfaatkan kesempatan kemajuan ekonomi global untuk mereformasi struktur keuangan pada 2017. Sehingga strutktur keuangan Indonesia bertahan dari berbagai gangguan eksternal, terutama kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

Maka tak heran, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berhasil menjaga stabilitas belanja negara. Hal itu terlihat dari defisit anggaran sebesar 2,5 persen, atau lebih rendah dari target yaitu 2,9 persen.

Selain itu, Pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah dan Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai angka US$ 1 triliun untuk pertama kalinya, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas persen.

Diharapkan, Sri Mulyani mampu meneruskan kinerjanya pada periode pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf). Terlebih, tantangan ekonomi pada 2020 semakin berat. Sebab, perang dagang tidak hanya terjadi antara Amerika dengan Tiongkok, tapi sudah meluas ke Uni Eropa.

Lain halnya dengan Suharso Monoarfa dipercaya sebagai menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas. Tugas berat sudah menantinya, yaitu mewujudkan wacana pemindahan ibu kota. Wacana tersebut bahkan sudah ditekankan oleh Suharso saat bertemu dengan Presiden Jokowi saat menyusun Kabinet Indonesia Maju.

Selain pemindahan ibu kota, Suharso juga diharapkan mampu membawa Indonesia keluar dari middle income trap. Diharapkan, mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) itu mampu mengemban berbagai tugas yang diamanatkan kepadanya. (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here