Bowo Sidik Akui Terima Lima Gratifikasi

JAKARTA – Mantan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso mengaku pernah menerima sedikitnya lima gratifikasi saat menjabat sebagai wakil rakyat. Pengakuan itu dilontarkan saat sidang kasus dugaan suap kerja sama pelayaran antara PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) serta penerimaan gratifikasi terkait jabatan yang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (23/10).

Bowo mengaku pernah menerima uang dari mantan Ketua DPR Setya Novanto sebesar SGD50 ribu terkait kebutuhan dirinya dalam pencalonan sebagai anggota legislatif di dapil Jawa Tengah. Ia menyebut dana haram tersebut diterimanya saat Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Bali.

“Saat Munas Golkar. Saya sebagai pemenangan Jawa Tengah sama Pak Novanto diberi SGD50 ribu. Ya, (diterima) di Bali, Pak. Di lokasi hotel (tempat munas berlangsung),” terang Bowo kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain dari Novanto, Bowo juga mengaku menerima gratifikasi sebesar SGD250 ribu dari Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat M Nasir. Pemberian gratifikasi tersebut terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tahun 2016.

Bowo menjelaskan, kala itu dirinya menjabat sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR. M Nasir, bersama Komisaris PT Karya Bersinar Indonesia Jora Nilam Judge alias Jesica, mendatanginya. Maksud kedatangan keduanya yakni meminta bantuan agar Kepulauan Meranti mendapat kucuran DAK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here