Rini Sumarno Dibuang, Arief Poyuono: Erick Thohir Pas!

JAKARTA – Bukan hal mengejutkan jika Presiden Joko Widodo lebih memilih Erick Thohir, dibandingkan mempertahankan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN. Ini ditegaskan, Wakil Ketua DPP Gerindra Arief Poyuono.

”Sudah pas. Cocok, jika Pak De (Presiden Joko Widodo, red) memilih Erick Thohir. Kapasitas, daya jelajah dan pengalaman Erick Thohir dalam mengelola korporasi, menjadi nilai tawar. Selamat, dan kami dukung,” terang Arief Poyuono, kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Rabu (23/10).

Disinggung apakah ini bentuk balas budi, Jokowi terhadap Erick Thohir karena sudah berkeringat dalam proses pemenangan di Pilpres? Arief Poyuono tidak melihat itu sebagai kunci.

”Memang sejak awal Pak De sudah kesemsem sama sosok (Erick Thohir, red) yang satu ini. Dia pria cerdas, koneksinya, luar biasa. Saya yakin akan ada kejutan-kejutan ketika BUMN dibawah komandonya,” tegas mantan Anggota DPR RI ini.

Arief Poyuono

Tentu, sambung Arief Poyuono, meski memiliki jam terbang, Erick Thohir juga harus membuka kran, pintu komunikasi kepada semua pihak yang dianggap cukup dan layak untuk membantunya. ”Secara linier kita tak meragukanlah. Problemnya sekarang, ini ngurusin negara, bukan sebatas ngurusin perusahan, itu saja,” timpalnya.

Arief Poyuono juga yakin, sudah ada beberapa pesan yang disampaikan Presiden agar Erick Thohir bisa membenahi bobroknya birokrasi dan tatanan di lingkaran BUMN. ”Itu baru sebatas harapan Presiden. Bagaimana implementasinya, ya gandeng semua pihak. Duduk satu meja, diskusikan, lalu kerjakan. Benturan-benturan itu biasa, asal tidak melanggar aturan dan UU. Ingat lho , tingkat korupsi di BUMN juga luar biasa. Nah Erick Thohir butuh orang yang cermat dan siap bekerja untuk itu,” papar Ketua Serikat Pekerja BUMN itu.

Selain tantang yang ada di depan mata, publik kini sedang menanti langkah pendiri Mahakam Group itu dalam mendukung program pembangunan infrastruktur dan menyelesaikan beberapa BUMN yang masih kesulitan likuiditas.

”Masih ada BUMN yang kinerjanya buruk, lalu bagaimana memanfaatkan kelemahan itu menjadi nilai manfaat, opportunity bisnis dari perang dagang Amerika-Cina bagi BUMN juga tidak bisa dikesampingkan. Saya rasa itu sudah dikantongi Erick Thohir. Tinggal implementasinya saja,” terangnya.

Satu hal yang ditekankan lagi, Erick Thohir bisa menyarik orang-orang yang bisa menetralisir kepentingan perusahaan dan gerakan jutaan pegawai BUMN. ”Poinnya cuma satu, manusiakan  manusia, BUMN jangan ada lagi PHK besar-besaran seperti Krakatau Steel. Rusak bangsa ini kalau kondisi itu kerap terjadi,” pungkas pria yang kerap mengkritisi Rini Soemarno saat duduk sebagai Menteri BUMN itu.

Berikut sepak terjang Rini Soemarno yang kerap dikiritisi sejumlah kalangan termasuk Arief Poyuono.

1. Cara Kerja Rini Diboikot DPR

Wanita yang punya andil penting dalam pembentukan kabinet Indonesia Kerja, sebagai Ketua Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK pada 2014 itu diboikot DPR hingga sekarang. Pemboikotan DPR terhadap Rini berawal dari rekomendasi Pansus Angket Pelindo II pada akhir Desember 2015, yang diketuai Rieke Diah Pitaloka rekan sesama partainya di PDI Perjuangan.

Pansus Pelindo terkait dengan masalah kontrak JICT antara Pelindo II dan HPH, karena terindikasi kuat telah merugikan negara dengan menguntungkan pihak asing.
Ada beberapa rekomendasi lainnya terkait dengan Pelindo II. Namun yang paling keras adalah Pansus Angket merekomendasikan Presiden menggunakan hak prerogatif untuk memberhentikan Menteri BUMN Rini Soemarno.

2. Rekaman dengan Bekas Dirut PLN Sofyan Basir Bocor

Rekaman percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir disebut mengenai proyek storage LNG di Bojonegara, Serang, Banten yang nantinya dibangun oleh PT Bumi Sarana Migas (BSM). Dalam pembicaraan itu, membahasan soal pembagian saham.

Ada nama pihak lain yang disebut sebagai Ari dalam pembicaraan Rini dan Sofyan. Namun, belum diketahui siapa Ari yang dimaksud. Sofyan sudah membenarkan rekaman yang tersebar itu memang pembicaraannya dengan Rini. Namun dia mengatakan pembicaraan itu sudah diedit.

3. Menjual aset Pertamina

Usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Rabu, 18 Juli 2018, Rini mengelak pertanyaan dari wartawan terkait surat atau isu penjualan aset. Ia mengaku tidak tahu-menahu soal surat yang ditandatangani, terkait instruksi kepada PT Pertamina (Persero) untuk menjual asetnya ke swasta.

Diketahui, Rini pada akhir bulan lalu diketahui menandatangani surat yang menyetujui PT Pertamina (Persero) untuk menjual aset-asetnya ke swasta. Surat yang ditandatanganinya bertajuk Persetujuan Prinsip Aksi Korporasi untuk Mempertahankan Kondisi Keuangan PT Pertamina (Persero) pada 29 Juni 2018.

4. Berseteru dengan PDI Perjuangan
PDIP memang lama tidak ”menyukai” Rini berada di Kabinet Kerja Jokowi. Dalam beberapa kesempatan, partai yang identik dengan mocong putih itu meminta agar mantan timses Jokowi itu dicopot dari jabatannya, namun tidak pernah digubris.

Presiden Jokowi diminta kembali mengevaluasi Rini. Sebab menurut PDIP, kecerobohan orang nomor satu di BUMN itu dianggap bisa memperburuk citra pemerintah, dan juga nama baik Jokowi.

5. Tidak Muncul Saat Mati Listrik PLN

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam mengatakan, pemadaman listrik oleh PLN di wilayah Jakarta dan sebagian Jawa Barat juga menjadi tanggung Menteri BUMN Rini Soemarno.Bahkan, ketika Presiden Jokowi mendatangi kantor PLN, Rini Soemarno tidak terlihat ikut mendampinginya, yang ada hanya Menteri ESDM Ignasius Jonan. (ful)