Gara-gara Pilkades, Laga Persib-Persija Pindah Stadion

BANDUNG – Laga big match antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang rencananya dihelat Senin (28/10) akan sulit terlaksana. Pasalnya, Polda Jabar tak menjamin keamanan dalam duel syarat gengsi di Stadion Si Jalak Harupat tersebut.

Hal itu diungkapkan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat bertemu dengan manajemen Persib serta beberapa perwakilan Bobotoh di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Selasa (22/10).

Dalam pertemuan itu, Rudy memastikan, pihaknya tidak bisa memberikan jaminan keamanan di Stadion Jalak Harupat.

Perwira bintang dua itu beralasan, situasi keamanan di Jawa Barat khususnya Kabupaten Bandung kurang kondusif. Ditambah, laga itu juga berdekatan dengan Pemilihan Kepala Desa se-Kabupaten Bandung serentak yang berlangsung, Sabtu (26/10).

“Saat ini sedang ada satu kelompok yang ingin memanfaatkan orang banyak untuk membuat kerusuhan, dan itu sudah terbukti beberapa kali terjadi di Bandung,” ungkap Rudy,

“Tentunya itu menjadi perhatian saya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bandung dan Jabar. Oleh sebab itu, saya meminta pengertiannya, karena saya sudah sampaikan pertimbangan dan melihat situasi dan kondisi masyarakat,” tambah Rudy.

Diketahui, Persib tak mendapat izin pertandingan bukan kali ini saja. Sebelumnya, saat menjamu Persebaya Surbaya juga Persib tidak dapat izin pertandingan digelar di Bandung, sehingga tim Pangeran Biru -julukan Persib- harus melaksanakan laga kandang di Stadion Kapten I Wayang Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (18/10) lalu.

“Oleh sebab itu, saya menyampaikan permohonan maaf, karena Polda Jabar belum bisa memberikan izin untuk penyelenggaraan pertandingan,” jelas Rudy.

Sebelumnya, laga antaran Persib Bandung menghadapi tim berjuluk Macan Kemayoran itu sempat direncanaka untuk digelar tanpa penonton. Akan tetapi, Rudy tidak bisa menjamin jika laga tersbut akan berjalan dengan baik, mengingat animo masyarakat khususnya warga Bandung akan tetap hadir di luar stadion.

“Kita tentunya tidak bisa membendung orang yang ingin datang di luar stadion. Dan itu menjadi perhatian kami. Untuk menjaga Kamtibmas di Bandung dan Jawa Barat, saya mohon pengertiannya,” tuturnya.

Sebagai gantinya, Polda Jabar akan menyiapkan acara nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung kotra Persija Jakarta, Senin mendatang.

“Saya dapat masukan dari rekan-rekan semua dan kami akan siapkan nobar apabila Persib bertanding di tempat yang besar dan memungkinkan, mungkin di Lapangan Gasibu yang paling nyaman. Kami siapkan di situ nanti,” jelas Rudy.

Lebih lanjut, Rudy berharap pertandingan klasik itu bisa ditunda untuk sementara waktu. Apabila situasi kembali kondusif, Rudy berjanji akan ikut mengawal pertandingan itu secara langsung.

“Untuk itu saya mohon ditunda, sampai dengan waktu tertentu. Saya siap dan bersedia untuk menjadi kepala pengamanannya apabila memungkinkan untuk menggelar pertandingan Persib di Bandung,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar meminta agar pendukung setia Persib dalam hal ini bobotoh untuk bisa legowo menghormati keputusan itu. Umuh juga sangat mengapresiasi kehadiran Rudy yang menyempatkan diri hadir ke Graha Persib untuk menyampaikan permintaan maaf tersebut.

“Saya mengerti kehadiran Pak Kapolda Jabar ke sini. Insya Allah, Pak Kapolda sudah janji, besok atau lusa kalau kondusif dan tidak ada masalah di Bandung, pasti diizinkan. Pak Kapolda sendiri yang nanti akan ikut mengamankan. Beliau pun juga merasa berdarah bobotoh,” terang Umuh.

“Mohon maaf kepada para bobotoh, kita mengharapkan situasi kondusif di Bandung. Mudah-mudahan tidak ada lagi gejolak demo dan bobotoh juga akan lebih dewasa. Sekarang juga hadir para perwakilan bobotoh, yakni Viking, Bomber, dan The Bombs,” tandasnya.

(gie/fin/tgr)