Ajax vs Chelsea: Misi Berat di Amsterdam

AMSTERDAM – Chelsea membawa misi berat dalam laga kontra Ajax, dini hari nanti. Hingga kini, Chelsea baru mengemas satu kemenangan dari dua laga Grup H. Sementara, Ajax belum terkalahkan hingga matchday kedua.

Berlaga di Amsterdam Arena, skuat Frank Lampard harus menang jika ingin menggeser wakil Belanda itu sebagai pemuncak klasemen. Sayangnya, ambisi itu bukan misi yang mudah.

Ambisi Ajax lolos ke babak selanjutnya masih terbuka lebar. Musim lalu, rasa penasaran skuat Erik Ten Hag terhenti di babak semifinal. Ya, Ajax harus menunggu selama 22 tahun untuk kembali mencicipi babak semifinal Liga Champions, musim lalu.

Ajax dipastikan lolos ke semifinal Liga Champions 2018-2019 setelah meraih kemenangan agregat 3-2 atas Juventus. Sayang, di semifinal langkah mereka terhenti oleh Tottenham dengan agregat 3-3, setelah kalah gol tandang. Tahun ini, juara empat kali Liga Champions, tak ingin ambisinya berlalu begitu saja.

Ajax telah melakukan banyak perubahan. Dua pemain bintangnya, Matthijs De ligt dan Frenkie De Jong telah hijrah ke liga yang lebih besar. Nama-nama seperti Kasper Dolberg, Lasse Schone dan Daley Sinkgraven juga telah meninggalkan klub berlogo kepala singa tersebut.

Meskipun kehilangan nama-nama besar ini, Ajax tetap konsisten sebagai pemuncak Liga Belanda. Hingga pekan ini, Ajax adalah satu-satunya tim tak terkalahkan di Eredivisie dengan 26 poin dari 10 laga.

Ajax mengawali kiprahnya di grup H dengan baik. Ajax juga mempecundangi wakil Perancis Lille 3-0 lewat gol-gol Quincy Promes, Edson Alvarez, dan Nicolas Tagliafico.

Di matchday kedua, Ajax menang di kandang Valencia, juga dengan skor identik 3-0. Sontekan Hakim Ziyech, Promes, serta Donny van de Beek membawa de Godenzonen meruntuhkan Mestalla dan kini memimpin klasemen dengan enam angka.

Kendati berada di atas angin, pelatih Ajax Erik Ten Hag merasa timnya berada sebgai tim underdog saat menghadapi Chelsea. Meski juara Belanda ini tengah tampil luar biasa di musim ini.
“Frank Lampard dan Chelsea adalah duet yang sangat bagus. Kami memang bisa hebat di Eredivisie, tapi melawan tim Liga Premier itu hal yang dan kenyataannya adalah demikian,” ujarnya seperti yang dilansir Yahoo Sport.

“Saat sebuah tim Belanda bermain melawan klub Liga Primer Inggris, maka kami jelas kondisinya akan seperti itu,” tambah Ten Hag.

Kesan merendah pelatih Ajax tak begitu sederhana dengan kondisi Chelsea saat ini. The Blues datang dengan kondisi yanh sedikit pincang. Di matchday pertama, Chelsea harus mengakui ketangguhan Valencia 0-1 di depan pendukungnya sendiri. Kemenangan Mestalla tercipta dari gol tunggal Rodrigo.

Di laga kedua, Mason Mount bisa kembali bankit mengalahkan tuan rumah Lille 2-1 melalui gol-gol Tammy Abraham dan Willian.

Tak berbeda jauh dengan Ajax, performa The Blues di kancah domestik termasuk baik. Mereka telah mengemas lima kemenangan beruntun sejak akhir September lalu.

Melawan Ajax, Chelsea harus menghadapi badai cedera. Ada empar penggawa Chelsea sedang mengalami cedera, Ruben Loftus-Cheek, Emerson, Ross Barkley, dan Andreas Christiansen. Sedangkan Ngolo Kante masih diragukan untuk tampil.

Sementara itu, Ajax Amsterdam dapat tampil dengan kekuatan penuh, dan akan didukung puluhan ribu suporter fanatiknya. Maka pertandingan ini akan menjadi misi sulit bagi Chelsea.

(fin/tgr)