Ada Peran Arief Poyuono Dibalik Merapatnya Prabowo

0
FOTO: FAISAL R SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA – Drama menyatunya dua kutup kekuatan, antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto tentu tidak terlepas dari peran genial seorang Arief Poyuono.

Jejak digital begitu kentara, mengendus peran pria yang satu ini. Hawa dingin yang menyelimuti Kertanegara bersama Teuku Umar pun kini sirna. Hadir kemesraan yang begitu dinanti publik. Prabowo menyatakan siap membantu Presiden.

Lalu kemana Arief Poyuono, pasca Ketua Umum Gerindra merapat ke Medan Merdeka? Mantan anggota DPR RI mengaku tetap melakukan aktivitasnya. Ia pun mengucapkan syukur ketika dimintai tanggapannya melihat fenomena yang muncu dewasa ini.

”Bersyukur, ya mas. Kita bisa menyaksikan begitu hebatnya energi itu hadir. Mereka menyatu, dalam satu tujuan untuk Indonesia maju. Ini yang namanya keren. Top banget!” tutur Arief lewat sambungan telepon, Selasa (22/10).

Sebelum pilpres digelar, Wakil Ketua Gerindra ini, kerap mendapat stampel kader yang mbalelo. Pernyataannya, kadang diluar skema politik Gerindra. Yang terakhir, ia berharap Presiden terpilih Jokowi dan Prabowo menyatu.

Kerja-kerja politiknya mempertemukan Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto begitu kentara. Lobi-lobi dengan sejumlah tokoh di lingkaran Istana Negara, pun ia kerjakan. Tak peduli mendapat cibiran dari nitizen dan mungkin di lingkaran koalisi Indonesia Adil Makmur.

Terakhir, wartawan pun menjumpai Arief Poyuono bertemu dengan Jokowi di Istana Negara. Dan andingnya, pada Sabtu 13 Juli 2019, pertemuan pertama pasca putusan MK itu pun terjadi di MRT.

”Itu ada peran besar Pak Jusuf Kalla saat beliau sebagai Wapres. Memang awalnya saya sempat curhat ke beliau. Dari sisi ekonomi, kondisi bangsa dan efek positif lainnya ketika dua tokoh ini bertemu,” paparnya.

Arief mengaku dirinya dan Jusuf Kalla sudah intensif berkomunikasi sejak 1 Mei 2019, keduanya sepakat, apapun hasil Pilpres bisa diterima kedua belah pihak dan kemudian mempersatukan kembali para pendukung 01 dan 02.

“Memang kedua tokoh ini punya pendirian yang kuat. Tapi kalau sudah mengatasnamakan demi bangsa saya merasa yakin semuanya mudah diatur. Apalagi keduanya memang sahabat lama,” ujarnya.

Disinggung soal tragedi 22 Mei 2019 lalu di Bawaslu, Arief mengaku dirinya dan JK saling berkomunikasi untuk mengatur pertemuan antara Presiden dengan Prabowo. ”Dan akhirnya, Pak JK kemudian bertemu dengan Prabowo agar bisa mencairkan suasana setelàh keributan 21-22 Mei,” cerita Poyu.

Apa saja isi komunikasi dengan JK, Arief mengaku tidak lebih membicarakan skema mencari jalan mempertemukan kedua tokoh nasional tersebut. ”Dan tepat pada Jumat sekitar pukul 10 pagi, Pak JK menelepon saya,” ungkapnya.

”Rif, Pak Prabowo di mana. Saya bilang di Jakarta baru dari luar negeri. Pak JK bilang sudah saatnya untuk dibuat pertemuan. Pak JK akan bicara hari ini pada Pak Joko Widodo,” urainya Arief.

Nah, JK menawarkan agar pertemuan itu tidak perlu formal dan tidak membahas politik. “Setelah beliu memaparkan, saya langsung bilang, oke. Lalu saya sampaikan ke Pak Prabowo tentang usulan pertemuan itu. Tapi akhir happy ending pertemuan Kangmas Joko Widodo Dan Mas Bowo. Kita harus salut dan berterima kasih sama Pak JK,” ujar dia.

Terakhir, ketika ditanya soal stempel sosok kontroversi yang kerap ia sandang. Arief sempat tertawa. ”Ya ga papa juga mas. Bukan Arief Poyuono namanya kalau tidak kontroversi. Soal fakta-fakta yang ada dalam layar kaca saat ini, tentu menjadi perjuangan semua pihak. Ingat bukan saya semata. Apalah artinya saya, hanya sebatas kader,” pungkas Arief Poyuono.

(fin/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here