Terorisme Sasar Objek Vital

TASIK – Densus 88 Antiteror menggeledah Gardu PLN di Jalan Sambong Kelurahan Sambongpari, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Senin (21/10). Dari kawasan yang merupakan objek vital tersebut, diamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu unit senapan angin beserta peluru.

Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut penangkapan W (23) di Cirebon pada Jumat 18 Oktober 2019. Diketahui, pria yang diduga terlibat jaringan terorisme itu bekerja di area Gardu Induk PLN yang bertempat di Kota Tasikmalaya.

Sekitar pukul 09.00, tim Densus 88 didampingi personel Polres Tasikmalaya Kota mendatangi kawasan gardu tersebut. Pintu area gardu sendiri dijaga aparat bersenjata dengan pagar yang tertutup rapat untuk mencegah orang keluar masuk kawasan itu.

Kejadian ini menyita perhatian warga di sekitar area gardu, karena tiba-tiba banyak polisi datang. Seperti dikatakan pemilik warung di seberang Gardu Induk PLN, Eni. Dia mengaku kaget melihat banyak aparat bersenjata. “Saya baru pulang dari pasar, tahu-tahu banyak polisi, “ ujarnya kepada wartawan kemarin.

Disinggung soal pria berinisial W yang bekerja di lokasi tersebut, Eni tidak mengenalnya. Menurut dia, W bukan pelanggan yang suka jajan di warungnya. “Gak pernah jajan ke sini, jadi enggak kenal,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar, penggeledahan dilakukan di-mes tempat tinggal para pegawai Gardu Induk PLN. Sekitar pukul 10.45 penggeledahan selesai, mobil-mobil petugas pun keluar dari kawasan itu dan bergerak ke Mapolresta Tasikmalaya.

Dari penggeledahan tersebut, aparat menemukan senapan angin beserta peluru, busur panah lengkap dengan dua anak panah, senjata tajam, masker penutup wajah, buku, sejumlah kaca mata dan beberapa benda lain.

Lurah Sambongpari H Syarif Zamzam SIP mengaku tak menyangka ada pekerja PLN yang diduga terlibat kasus terorisme di wilayahnya. Hal itu karena pekerja gardu biasanya lebih fokus bekerja di area-nya. “Apalagi W itu tinggalnya juga di dalam mes, jadi jarang berinteraksi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kejadian ini menjadi evaluasi pihaknya beserta manajerial Gardu Induk PLN. Supaya ada jalinan komunikasi yang baik, sehingga pemerintahan bisa ikut memantau siapa saja yang bekerja di gardu tersebut. “Setidaknya kita bisa mendata siapa saja yang bekerja di sana,” tuturnya.

(rga)