Ada Drama dalam Penyusunan Kabinet Kerja Jilid II

Ada saja drama yang terjadi dalam penyusunan kabinet. Jika lima tahun lalu muncul Maruarar Sirait yang sempat hadir di Istana Negera plus kemeja putih. Kemarin (21/10) kejadian serupa nyaris serupa dialami Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu. Ada dengan wanita yang akrab dipanggil Tety ini?

JAKARTA – Sejak pukul 09.00 WIB, Jalan Medan Merdeka tepatnya di pintu belakan Istana Negara sudah ramai dengan awak media.

Berjajar OV Van dari sejumlah stasiun televisi. Cukup sibuk. Maklum saja, sejak Senin (21/10) pagi, akan ada sejumlah tokoh penting yang dipanggil Presiden untuk menempati kursi kabinet.

Yang ditunggu pun datang. Sosok pertama muncul Mahfud MD. Mahfud datang dengan seorang pendamping yang mengenakan batik coklat. Ia memberikan salam kepada awak media yang kala itu menyapanya. ”Selamat pagi semua” sapa Mahfud seraya melayangkan tangan ke atas.

”Ya dipanggil pak presiden. Nanti ya, setelah selesai saya kasih penjelasan,” singkat mantan ketua MK itu, seraya melewati kerumunan wartawan.

Tak berselang lama, muncul seorang wanita. Juga dengan kemeja putih. Anggun dan cukup nyentrik. Ia muncul dari area belakang parkir. Sosok ini adalah Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu.

Wanita yang akrab disapa Tetty terlihat sejak pukul 10.00 WIB. Tepatnya urutan kedua setelah Mahfud MD. Ia masuk di pintu yang sama, yang dilalui para calon menteri lainnya. Sayangnya, dia hanya senyum dan mencoba menghindari wartawan.

Hampir tiga jam, Tetty tak kunjung keluar. Anehnya, Nadiem Makarim yang datang setelah Tety lebih dahulu keluar. Santer beredar, Tety merupakan calon menteri usulan dari Partai Golkar.

Cukup lama Tety menghadap Presiden. Pertanyaan itu yang muncul dari awak media yang meliput di Istana.

Setelah Nadiem keluar, lalu tidak berselang lama Tety pun keluar. Lagi-lagi ia hanya tertunduk. Berjalan menunduk, dan terkesan enggan menemui awak media.

Tiba-tiba Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin memberikan konfirmasi. Tetty disebut tidak bertemu Jokowi. Ada apa ini?

Ternyata sebelum bertemu Presiden, Tety dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istana. Namun setelah pertemuan dilakukan, mendadak Tety batal bertemu Presiden. ”Tadi langsung meninggalkan istana lewat samping. Tidak, tidak jadi ketemu (Presiden, red),” terang Bey.

”Kabinet. Bagaimana masuk ya, dia saja tidak betemu Presiden. Saya tidak tahu soal pertemuan dengan Pak Airlangga,” imbuh Bey.

Sebelum informasi pembatalan itu tersebar, Airlangga sendiri sempat berkomentar soal Tetty yang diundang ke istana. ’’Ya, begini, beliau (Tety) bupati, ke sini (Istana) tentu banyak hal yang dibahas. Tetapi juga belum tentu dengan Pak Presiden,” kata Menteri Perindustrian itu sebelum pergi.

Drama batalnya Tetty sebagai calon menteri mengundang tanya dari internal Golkar. Kader senior Golkar Bambang Soesatyo juga sempat heran dengan munculnya Tety. sebagai calon menteri.

’’Lho enggak tahu. Saya juga tahu dari kalian ya. Kalau ada dia (Tety) datang,” kata Bambang Soesatyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Bamsoet—sapaan Bambang Soesatyo berulang kali mengaku tidak mengetahui hal tersebut. ”Jangan tanya saya deh. Coba konfirmasi ketum, mungkin beliau yang lebih tahu,” timpalnya.

Bamsoet mengaku tidak mengetahui detail nama-nama yang diajukan. ”Sebagai kader ya saya tahu posisi saya. Itu ranahnya ketum. Nama-namanya siapa, bukan hak saya yang menjawab. Setahu saya beberapa nama seperti Pak Agus Gumiwang Kartasasmita,” terangnya.

Bamsoet menduga masukkanya nama Tetty awalnya, untuk memenuhi keperluan menteri dari kalangan perempuan. Biasanya keterwakilan perempuan mempertimbangkan wilayah geografis. Yaitu Indonesia timur, tengah dan barat. ’’Ya, selain itu, pasti dilihat dari prestasi dan kemampuannya,” imbuhnya.

(fin/ful)