Alex Ferguson Dituduh Lakukan Calciopoli

JAKARTA – Mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson dituduh sebagai dalang pengaturan skor, atau yang dikenal dengan sebutan Calciopoli. Kasus ini melibatkan dua klub papan atas Eropa, Manchester United dan Juventus.

Skandal tersebut diungkap oleh salah satu agen sepak bola bernama Giuseppe ‘Pino’ Pagliara.

“Sir Alex melakukan pengaturan skor dalam laga Manchester United vs Juventus di ajang Liga Champions,” kata Pagliara saat menghadiri pengadilan kasus suap, Sabtu (19/10)

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti laga mana yang ‘diatur’ oleh Ferguson. Satu hal yang diketahui, pertandingan tersebut berlangsung dalam ajang Liga Champions.

Tudingan yang dilontarkan oleh Pugliara ini melalui jaksa bernama Brian O’Neill di dalam persidangan. Kasus pengaturan skor tersebut, melibatkan jam tangan mewah yang diberikan kepada Sir Alex Ferguson.

“Pagliara meluncurkan apa yang disebut sebagai cacian untuk Sir Alex Ferguson menjelang akhir pertemuan, menuduhnya berkonspirasi dengan Pagliara untuk mengatur skor laga antara Juventus, klub yang berhubungan dengan Pagliara dan MU di Liga Champions yang di mana Pagliara berterima kasih kepadanya dengan sebuah jam tangan emas Rolex,” demikian pernyataan dari jaksa, seperti yang dikutip dari Football Italia.

Selain itu, Pagliara juga menuding Sir Alex telah mengambil sebagian uang dari kesepakatan transfer. Tidak hanya itu, Ferguson juga diklaim telah membuka rekening bank di Swiss dengan jumlah yang sangat besar.

“Dia mengklaim bahwa dirinya telah membayar Ferguson,” lanjut jaksa.

Pagliara juga menuduh pelatih Inter Milan, Antonio Conte, untuk kasus yang serupa. Ia mengaku, sering bernegosiasi di belakang layar bersama Conte untuk mempermulus transfer pemain yang diinginkan saat masih melatih Chelsea dulu.

“Anda harus memiliki rekening di luar negeri dan di sana kami melakukannya. Sebagai contoh Antonio Conte berkedip ke arah kami dan berkata, ‘Ya, saya menginginkan pemain itu, apakah ada sedikit kopi untuk saya Pino?’,” tuturnya.

“Ya, itulah yang akan ia katakan: ya tentu saja itu ada dan sekarang saya juga menegosiasikan segelas kopi dan kami tidak sedang membicarakan double espresso,” tandasnya.

(der/fin)