Korban Rusuh Wamena Asal Tasik Diberi Bantuan

FOTO: VINA RUMBEWAS/AFP

MENGUNGSI: Warga mengungsi ke sebuah lapangan di Wamena, Papua, saat kerusuhan meletus di wilayah bergolak itu. Setidaknya 32 orang tewas dan puluhan lainnya cedera dalam kerusuhan yang melumpuhkan wilayah Papua yang tengah bergolak

SINGAPARNA – Korban kerusuhan di Wamena Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua asal Kabupaten Tasikmalaya sudah dipulangkan. Hal itu diungkapkan Kabid Linjamsos dan Pemberdayaan Fakir Miskin dan Data pada Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan di Kabupaten Tasikmalaya Rahmat ZM kepada Radar, Jumat (18/10).

Kata dia, korban kerusuhan di Wamena yang merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya Kecamatan Pancatengah ada lima orang. “Alhamdulillah mereka sudah dipulangkan ke kampung halamannya dengan bantuan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat,” katanya kepada Radar, kemarin.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya menerima informasi ada warga Kabupaten Tasikmalaya yang pulang dari Wamena. Kemudian, dilakukan penjemputan di Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat. “Bupati dan Baznas memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 3 juta,” katanya.

Lanjut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Baznas untuk ke depannya, seandainya yang lima orang itu tidak akan pergi lagi ke Wamena maka akan mencoba memberikan bantuan untuk usaha di kampungnya, yaitu berupa dagang atau usaha jenis lainnya.

“Jadi kita tinggal menanyakan dulu ke yang 5 orang ini, mau kerja lagi ke sana atau tidak. Kalau akan ke sana lagi tidak akan diberi bantuan modal usaha, tapi jika memilih tinggal di sini maka akan diberikan bantuan usaha untuk 5 orang ini di kampungnya,” katanya.

Jelas dia, berdasarkan keterangan dari beberapa warga terdampak rusuh di Wamena itu ada yang bilang sudah aman dan kembali normal. Maka tidak sedikit warga yang juga kembali mengadu nasib ke sana. Namun, saat ini semua yang merupakan pendatang sudah pulang ke kampung halaman masing-masing, sehingga kemungkinan kecil untuk kembali lagi ke Wamena.

“Bupati telah menyampaikan kalau akan kembali lagi ke Wamena dipersilahkan. Namun kondisinya harus betul-betul sudah aman tapi kalau misalkan tidak berangkat ke Wamena juga dipersilakan. Nanti diupayakan dicarikan solusi untuk ke 5 warga itu, salah satunya dengan memberikan bantuan usaha,” katanya.

Kepala Desa Neglasari Kecamatan Pancatengah Saiful membenarkan jika ada warganya yang terdampak rusuh Wamena. “Semuanya ada 5 orang dan itu merupakan warga kami. Mereka di sana bekerja sebagai tukang bangunan. Mereka ada yang sudah bekerja sampai dua tahun lamanya dan ada juga yang baru beberapa bulan,” ujarnya.

Kata dia, kondisi ke 5 warganya itu pascakejadian rusuh di Wamena selamat. Di penampungan juga tidak ada apa-apa, karena ada perlindungan dari pemerintah setempat. “Mereka mengaku akan bekerja lagi ke Wamena. Tapi kalau pun kondisinya tidak memungkinkan, mereka ingin usaha di kampungnya masing-masing. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah, apabila tidak bekerja lagi ke sana akan diberikan bantuan modal usaha,” ujarnya.

Kata dia, untuk saat ini baru bantuan kebutuhan pokok yang diberikan kepada lima warga tersebut. “Alhamdulillah sudah ada bantuan berupa pangan untuk warga kami yang terdampak rusuh di Wamena,” katanya.

(obi)