Rasis, PSSI Bulgaria Dibekukan

SOFIA – Aksi rasis supoter Bulgaria kepada pemain Inggris ternyata berbuntut panjang. Dilansir dari Dailymail, Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov meminta Presiden federasi sepakbola Bulgaria (BFS) Borislav Mihaylov untuk mundur atas insiden memalukan, dini hari kemarin.

Di dalam tayangan langsung televisi setempat, sejumlah supoter Bulgaria dengan penutup wajah dan hoodie hitam memberikan hormat salut ala Nazi. Nyanyian bernada rasisme seperti suara monyet juga diberikan kepada para pemain Inggris berkulit hitam dalam laga kemarin.

Dalam rilis resmi Kantor Perdana Menteri Bulgaria, Borisov mengatakan pihaknya akan membekukan semua program BSF, termasuk menolak semua anggaran dan pembinaan pemain mudanya.

Hal yang senada juga disampaikan Menteri Olahraga Bulgaria Krasen Kralev. Ia mengatakan aksi rasis para suporternya telah melukai hati pemerintah dan menganggu hubungan diplomatis kedua negara. Ia menyebut, bahwa para fans Panthera Leo-sebutan timnas Bulgaria- tidak tahu terima kasih.

“Beberapa saat yang lalu, perdana menteri memanggil saya. Anda tahu bahwa dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah melakukan banyak hal untuk pengembangan sepakbola kita,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan portal berita sportal.bg, Selasa (15/10).

“Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (Borissov), ia memerintahkan saya, mulai hari ini untuk menghentikan semua kebutuhan BSF, termasuk anggaran sampai Borislav Mihaylov (Presiden BSF) mengundurkan diri,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden BSF Borislav Mihaylov menampik insiden memalukan tersebut dipicu oleh ulah suporternya. Ia menuding, aksi rasis suporternya disulut oleh perlakuan kasar pemain Inggris di lapangan.
“Itu tidak fair bahwa aksi rasis hanya dituduhkan kepada kami, para pemain Inggris terlalu kasar,” ujarnya dilansir dari BBC Sports.

Pernyataan aneh Mihaylov diamini manajer Bulgaria Krasimir Balakov. Ia mengaku, tidak mendengar nyanyian bernada rasis seperti suara monyet kepada para pemain Inggris berkulit hitam. “Itu mungkin perilaku yang tidak dapat diterima adalah oleh penggemar Inggris, tapi saya tidak mendengarnya (nyanyian rasis),” paparnya.

Diketahui, aksi rasis membuqt laga dihentikan dua kali oleh Ivan Babek, wasit asal Kroasia yang memimpin jalannya laga kemarib. Meski dirundung, Inggris keluar sebagai pemenang dengan skor telak 6-0.

Pembekuan BSF diapresiasi striker Inggris Raheem Sterling. Menurut bomber Manchester City itu, Perdana Menteri Bulgaria telah melakukan hal yang terbaik demi menjaga hubungan kedua negara. “Langkah bagus, salam hormat saya untuk Anda, Tuan Borissov,” tandasnya dalam akun Twitter resminya, kemarin.

(fin/tgr)