Pelantikan Presiden Diprediksi Aman Terkendali

Presiden Jokowi tiba di kediaman Amin Maruf di Jl. Situbondo Menteng, Jakarta, (27/6). sebelum berangkat ke Osaka Japan, Jokowi di dampingi Maruf Amin untuk keterangan pers di Bandara Halim Perdana Kusuma FOTO: Faisal R Syam /FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA – Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo- Ma’ruf Amin pada Minggu, 20 Oktober mendatang, semua pihak diminga untuk menjaga situasi yang aman dan terkendali.

Pengamat intelijen dan keamanan mahasiswa doktoral Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta menjelaskan, kemampuan kelompok antidemokrasi, radikalisme dan terorisme melakukan gangguan hingga insiden saat pelantikan sangat kecil.

“Melihat sekarang penetrasi yang dilakukan Densus 88 dan penangkapan hingga 22 orang sulit mereka manfaatkan momentum di Jakarta,” ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Selain itu, konsolidasi atau rekonsiliasi politik antara Jokowi dan Prabowo bahwa tak ada lagi masalah politik menjadi kunci.

“Ini kan pesta demokrasi, puncak pesta demokrasi. Dengan pelantikan presiden terpilih harusnya semua orang gembira, bukan malah nyinyir dan kecewa. Tapi persiapan aparat keamanan 30 ribu pasukan disebar di Jakarta, relatif pelantikan besok itu aman dan terkendali,” katanya.

Sebanyak 27.000 personel gabungan TNI, Polri dan pemerintah disiagakan untuk mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR RI, Jakarta.

Pengamanan tersebut masih merupakan bagian dari Operasi Mantap Brata. Operasi Mantap Brata merupakan operasi pengamanan rangkaian Pemilu 2019, yang akan berakhir pada 21 Oktober 2019.

(khf/fin)