Liechtenstein vs Italia: Target Samai Sang Legenda

ROMA – Federasi Sepakbola Italia (FIGC) sebenarnya telah memberikan klausul perpanjangan kontrak kepada sang pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini sampai 2022 dengan syarat Italia wajib lolos kualifikasi Euro 2020.

Namun, bagi Mancini klausul itu terlalu ringan bagi eks pelatih Inter dan Manchester City tersebut. Dengan tujuh kemenangan, Italia menjadi negara kedua yang lolos ke putaran final Euro 2020.

Dilansir dari Calciomercato.com, Mancini kini memasang target lolos ke Final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Ya, eks Bintang Parma menjadi nakhoda baru Azzurri per Juli 2018. Selepas ditinggal Giampiero Ventura menyusul kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 di Russia.

“Mancini memiliki keyakinan dan antusias memimpin Italia menuju final Piala Dunia 2022. Tentunya dengan bintang dan formasi yang baru,” tulis Calciomercato.

Ya, Roberto Mancini selalu percaya bahwa Italia memiliki pemain-pemain berbakat.
Azzurri telah mengamankan satu tempatnya di Euro 2020 setelah membungkam Yunani 2-0 di Stadion Olimpico, Roma pekan lalu. Ini menjadi rekor 100 persen kemenangan dalam tujuh pertandingan di Grup J.

Meski telah lolos, Italia masih menjalani laga kedelapan grup J versus Liechtenstein di Rheinpark Stadion, Vaduz, dini hari nanti (Live Mola TV, Pukul 01.45). Meski negera terkecil di dunia itu sudah pasti kandas, Namun, Azzurri tak ingin meremehkan lawan, Jorginho dan kolega masih ingin meneruskan start sempurna mereka.

“Saya selalu percaya bahwa Italia memiliki pemain berbakat. Kami mungkin harus menunggu kedewasaan mereka sedikit waktu, tetapi bakatnya ada di sana, ”kata Mancini di Festival dello Sport.

“Kadang-kadang ada situasi, seperti saat kita kehilangan kualifikasi Piala Dunia 2018, tapi saya masih berpikir sepak bola Italia menyediakan beberapa pemain terbaik di dunia,” ujarnya.

Jika Italia memanggul sekian kemenangan, Liechtenstein baru mengumpulkan dua poin dari tujuh laga. Peluang The Blues-Reds- Liechtenstein untuk lolos ke EURO 2020 sudah tertutup rapat.

Jika Italia mampu menang di Vaduz, otomatis Mancini akan menyamai rekor winning streak Vittorio Pozzo.

Ya, Vittorio merupakan allenatore yang yang membawa Italia meraih dua gelar Piala Dunia pertama mereka pada 1934 dan 1938. Di tengah tekanan pemerintahan Fasis Benitto Musollini, Azzurri melesat dengan sembilan kemenangan beruntun antara 1938 dan 1939.

(fin/tgr)