Kapok dan Tak Akan Mengulangi di Medsos

    JAKARTA – Terdakwa perekam video ‘Penggal Jokowi’ yang viral divonis bebas oleh majelis hakim. Usai dinyatakan bebas dia pun berjanji kapok bermain media sosial (medsos).

    Adalah Ina Yuniarti. Wanita terdakwa kasus perekam video ‘Penggal Jokowi’, saat demonstrasi 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu, divonis bebas oleh Majelis Hakim saat sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/10).

    “Mengadili, menyatakan, terdakwa Ina Yuniarti tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan tunggal melanggar pasal 27 ayat (4) juncto pasal 45 ayat (4) UU RI no.19/2016 tentang perubahan UU no.11/2008,” kata Majelis Ketua Hakim Yuzaida.

    Dalam vonisnya, Hakim Ketua Yuzaida mengatakan Ina Yuniarti terbebas dari dakwaan penuntut umum yang menjeratnya dengan hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan.

    Usai putusan vonis dibacakan Ina dan seluruh hak- hak akan dipulihkan termasuk harkat dan martabatnya. Setelah Hakim Ketua mengetokkan palu tanda sidang berakhir, Ina langsung sujud syukur.

    Dia kemudian memeluk penasehat hukumnya dan menyalami hakim ketua serta jaksa penuntut umum yang mengurus perkaranya.

    “Allahu Akbar, terimakasih untuk semua,” kata Ina Yuniarti sembari meneteskan air mata.

    Ibu tiga anak ini kemudian berjanji akan berhati-hati dalam mengunggah dan menyebarkan konten apa pun di media sosial.

    “Saya tak akan mengulanginya lagi. Saya akan kembali normal seperti biasanya dan tidak ada dendam,” ujarnya.

    Dikatakannya, dirinya tak mengenal Hermawan, laki-laki yang direkam saat mengutarakan ancaman akan memenggal kepala Jokowi.

    “Memang enggak sengaja saya kenal,” ucap dia.

    Sebelumnya, Ina didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum dengan pasal pasal 27 ayat (4) juncto pasal 45 ayat (4) UU RI no.19/2016 tentang perubahan UU no.11/2008.

    UU ITE pasal 27 ayat (4) berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman,”.

    Dalam pasal 45 ayat (4) diteruskan bahwa pelanggar pasal 27 ayat (4) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah.

    Ina diketahui membuat video dan viral dengan konten seorang pria berinisial HS mengancam akan memenggal Presiden Joko Widodo.

    Video tersebut direkam Ina pada saat mengikuti demonstrasi 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

    (gw/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here