Polling Menteri, Arief Poyuono Lebih Unggul

JAKARTA – Support telah diberikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terhadap masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada periode keduanya nanti.

Dukungan partai yang didirikan 6 Februari 2008 itu, tentu berbeda, dibandingkan lima tahun sebelumnya yang memilih menjadi oposan.

Orang-orang beken di partai berlambang Garuda itu pun, siap mengorbit di lingkaran Istana. Beberapa tokoh dalam partai besutan Muchdi Purwoprandjono dkk itu, secara jelas makin menunjukan kekuatan oligarki.

Bak gayung bersambut. Setelah sowannya Prabowo ke Istana Negara, kemarin (11/10), muncul beberapa nama, yang isunya bakal disodorkan menjadi pembantu presiden dalam Kabinet Indonesia Kerja jilid kedua.

Siapa saja nama-nama tersebut? Ada Fadli Zon. Sosok yang kerap mengkritik Presiden Jokowi. Beberapa hari belakangan namanya muncul di sejumlah media online yang berbasis di Ibu Kota Negara.

Sayang, setelah sempat masuk, isu itu pun redup secara berlahan. Terkesan, publik tidak begitu merespon, hadirnya mantan wakil ketua DPR RI periode 2014-2019 itu di lingkaran kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sejalan dengan “redupnya” Fadli Zon, sebuah poling muncul di laman twitter. Bahkan, redaksi Fajar Indonesia Network (FIN) mendapatkan kiriman gambar dari nitizen, isi dari polling tersebut.

Setelah dicek, benar adanya. Sebuah akun #99 @PartaiSosmed, membeberkan hasil polling. Isinya standar. ”Jika Gerindra masuk kabinet, siapakan calon menteri yang diterima pendukung Jokowi?”

Pemilik akun menyertakan tiga nama. Pertama Fadli Zon yang lebih rumornya bakal diusulkan menjadi menteri. Kedua Danhil Anzhar yang baru diberikan mandat sebagai juru bicara Prabowo. Dan ketiga ada sosok kontroversi Arief Poyuono.

Menariknya, dari tiga nama yang disodorkan ke khalayak nitizen. Nama Arief Poyuono paling moncer. Ketua Serikat Buruh BUMN itu mendapatkan 56% suara dukungan. Sedangkan Fadli Zon hanya 21% di bawah Danhil Anzhar yang berada di ranking kedua dengan 23% suara dukungan.

 

Poling terakhir dilihat pada pukul 17. 10 WIB, persis setelah Prabowo berjabat tangan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu di hadapan para jurnalis.

Reaksi pun bermunculan. Nitizen dengan akun @Empat_belas sempat kepo dengan akun yang menyertakan poling tersebut. ”Ni pilih yang bacotan atau penghibur sih tum” sahut akun tersebut.

Sementara nitizen lain pun secara lugas memberikan dukungannya kepada Arief Poyuono. ”Don Poyu dong” cuit akun @sayamahe seraya menampilkan emoticon senyum.

Yah, begitulah jagat maya. Skenario yang dibuat sang pemilik akun, mungkin di luar ekspektasi. Atau sebaliknya, polling itu, dilayangkan, sebagai bentuk pesanan dari borjuis yang berkeinginan keras untuk merapat di barisan belakang Presiden terpih.

 

Terkait hal ini, Arief Poyuono enggan memberikan tanggapan. Dirinya mengaku tidak tahu adanya poling tersebut. Kesan skeptisme ditunjukan mantan Wakil Ketua DPR RI itu saat dihubungi lewat sambungan telepon.

”Polling? Polling apa ya mas. Saya belum tahu ya. Apa benar? masa saya bisa ungul. Yang benar saja ah. Mereka (Fadli Zon dan Danhil Anzhar, red) lebih populer dari saya lho, masa bisa kalah. Jujur saya tidak percaya,” tandas Arief Poyuono yang mengaku sedang berada di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Poyu—sapaan akrab pria yang dikenal peduli dengan urusan buruh itu, menegaskan, poling di media sosial tak jarang dibuat oleh pemesan. Ini untuk menunjukan nilai popularitas. ”Tiga tahun lalu mungkin masih bisa percaya nitizen-nitizen itu. Tapi kalau datanya rendah dan tingkat akurasinya absure ya tidak bisa jadi jaminan. Dan anehnya kenapa poling itu dilakukan, ini memunculkan implikasi dan pandangan miring tentang Partai Gerindra. Ga elok itu,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here