PSSI Didenda Rp643 Juta

JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya menerima hukuman dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) buntut kerusuhan suporter Indonesia kepada Malaysia, 5 September lalu.

FIFA mendenda Indonesia FIFA mendenda 45 ribu Franc Swiss atau sekitar Rp643 juta atas kerusuhan di tengah laga perdana putaran kedua babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta itu.

Kericuhan bermula saat fans garuda mencoba menyerang pendukung Harimau Malaya yang hadir dalam laga tersebut.

Kerusuhan sempat membuat laga terhenti pada menit ke-74, lantaran para suporter memasuki lapangan untuk menyerang tribun pendukung Malaysia.

Tak sampai disitu, kerusuhan terus berlanjut setelah Indonesia kalah dengan skor 2-3. Tak ayal, kejadian memalukan itu membuat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berang. Mereka melayangkan surat protes kepada FIFA. Selang sebulan, keputusan denda PSSI akhirnya dirilis.

Menanggapi hukuman tersebut, Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria mengaku bahwa pihaknya menghormati keputusan FIFA. Ia meminta kejadian ini tidak terulang di laga persahabatan selanjutnya.

“PSSI menghormati proses hukum dan putusan dari FIFA. Kami akan segera memenuhi kewajiban kami dan mengevaluasi agar tidak terulang,” ungkap Ratu Tisha, Rabu (9/10).

“Sepak bola harusnya menyatukan persahabatan kedua negara, bukan memancing rivalitas,” tambah wanita cantik berkacamata itu.

Hukuman ini memang menjadi kerugian bagi PSSI. Namun ke depannya PSSI akan terus menyerukan kampanye damai antar suporter.

Sementara itu, Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo memastikan bahwa hukuman yang diberikan oleh FIFA hanya berupa denda semata. Ganjaran ini terbilang ringan, PSSI harus terbang ke Swiss, Markas Besar FIFA untuk melobi agar Indonesia terbebas dari sanksi berat.

“Benar, sanksinya hanya denda saja dari FIFA kepada PSSI. Kami sukses meyakinkan FIFA sehingga terhindar dari sanksi yang lebih berat,” ungkap Gatot.

“Jadi, Sekjen PSSI (Ratu Tisha Destria, red) dan petugas keamaan telah berkomunikasi dengan FIFA, dan menjelaskan upaya yang dilakukan. Dengan begitu, hukuman yang diberikan jadi jauh lebih ringan,” tambahnya. menambahkan.

Dengan kata lain, peryataan Gatot ini sekaligus menerangkan bahwa Indonesia terlepas dari masalah larangan menggelar pertandingan internasional. Selain itu, Indonesia tetap melaju ke babak kualfikasi Piala Dunia 2022 selanjutnya. Indonesia sendiri kini memasuki matchaday ketiga. Skuat Garuda bakal menghadapi Uni Emirate Arab (UEA), Kamis (10/10) malam ini.

(gie/fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here