SEA Games 2019 di Filipina: Indonesia Hanya Ikuti 45 Cabor

JAKARTA –  Kontingen Indonesia akan mengikuti 45 cabang olahraga dengan kekuatan atlet mencapai 670 orang pada ajang olahraga multieven SEA Games 2019 pada 30 November hingga 11 Desember mendatang di Filipina.

“Cababang olahraga yang jadi (diikuti) ada 45 dengan 670-an atlet,” kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir usai upacara pengukuhan dan pelepasan kontingen World Beach Games 1 2019 di Wisma Kemenpora, Jakarta, kemarin (8/10).

Namun, jumlah cabang olahraga maupun atlet yang sudah ditetapkan itu, menurut Erick, masih mungkin berubah karena hingga kini laporan dari tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) belum tuntas serta masih ada penyelarasan kebutuhan cabang olahraga.

“Masih ada pergerakan tambahan dan pengurangan, karena memang kita membuka tambahan, tapi yang penting maksimal budget dari pemerintah sebesar Rp47 miliar-an tidak akan bertambah,” ujarnya.

SEA Games 2019 di Filipina akan mempertandingkan 52 cabang olahraga. Namun hingga pendaftaran ditutup pada Senin (7/10) kemarin, Indonesia hanya mendaftarkan 45 cabang olahraga karena keterbatasan anggaran pemerintah untuk membiayai seluruh kebutuhan kontingen.

Terkait hal itu, Erick menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan jika ada atlet mandiri yang bisa mendaftarkan diri ke SEA Games dan membiayai kebutuhannya selama pesta olahraga Asia Tenggara itu berlangsung.

“Karena memang kita membuka tambahan kalau ada atlet mandiri, yang dibiayai sendiri. Hal ini tidak aneh, dan sudah berjalan di SEA Games Singapura (2015), ketika cabang olahraga basket putri mengirim timnya sendiri. Ini keterbatasan harus disiasati, bukan soal salah atau benar,” ucapnya.

Sementara itu, negara ASEAN dalam agenda The 9th ASEAN Senior Officials Meeting on Sports (SOMS-9) di Manila Filipina, kemarin (8/10) sepakat untuk mendorong cabang olahraga tradisional agar bisa menjadi cabor unggulan untuk dilombakan dalam Asian Games atau Olimpiade jika memungkinkan.

Cabang olahraga tradisional yang dimaksud antara lain Pencak Silat, Sepak Takraw, dan Muaythai, diharapkan bisa menjadi fokus negara ASEAN agar bisa naik kelas meski sadar usaha tersebut bukan hal mudah.

Melalui keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pembahasan juga berlanjut pada pembahasan masalah cabang olahraga yang ditandingkan dalam SEA Games.

Dalam pembahasan ini, seluruh negara ASEAN sepakat untuk berkoordinasi dengan National Olympic Committee (NOC) masing-masing agar pada SEA Games berikutnya konsisten hanya mempertandingkan cabang yang berbasis Olimpiade. Guna mewujudkan hal itu maka diperlukan pula usaha mengamandemen SEA Games Federation Charter tertentu.

Dengan perubahan tersebut, harapannya tuan rumah tetap bisa menambah cabang olahraga yang diinginkan namun tetap dengan sangat membatasi jumlahnya dan harus sesuai dengan persetujuan negara ASEAN lainnya.

Pada pertemuan ini, delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, dengan agenda pertemuan yang akan berlangsung hingga tanggal 8 Oktober 2019. Selanjutnya, pertemuan tersebut berlanjut pada tanggal 9 Oktober untuk tingkat The 5th ASEAN Ministerial Meeting (AMMS-5) yang berlangsung di kota yang sama.

(fin/ful)