Penyakit Surya Anta Bisa Ditangani Dokter Rutan Brimob

JAKARTA – Juru bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua Surya Anta yang kini ditahan di Rumah tahanan (Rutan) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dikabarkan sakit. Dia ditahan terkait kasus pengibaran bendera bintang kejora di depan Istana Merdeka, pada 28 Agustus.

Namun, tersangka pengibaran bendera bintang kejora yang ditangkap bersama tujuh aktivis Papua lainnya itu tak diizinkan melakukan pengobatan di luar Rutan.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan  penanganan terhadap orang dalam posisi ditahan itu merupakan haknya. Dan itu sudah diatur dalam UU, salah satunya adalah perawatan.

“Jadi tak mungkin petugas menolak jika memang yang bersangkutan itu harus mendapatkan penanganan medis, apalagi dalam kondisi benar-benar darurat. Namun, kondisi penyakit yang dideritanya dapat ditangani tim dokter kepolisian, sehingga belum dipandang perlu berobat keluar,” kata Asep kepada awak media, Selasa (8/10).

Asep menegaskan, kabar yang beredar terkait penolakan untuk Surya Anta itu sama sekali tidak benar. Kalaupun yang bersangkutan menghendaki pengobatan di luar Rutan itu, penilaian tim Dokkes masih belum diperlukan, untuk keluhan sakitnya di Rutan masih mampu menanganinya.

“Tim Dokkes kami sendiri itu dilengkapi oleh para dokter ahli dan alat-alatnya juga paten, untuk itu selama masih bisa ditangani di dalam rutan ya tak perlu harus dilakukan di luar,” tegasnya.

Sementara itu, kabar sakitnya Surya Anta itu disebut karena hanya ingin meminta dipindahkan dari Rutan Brimob. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengakui, jika kasus itu bukan lagi wewenangnya karena berkas yang bersangkutan telah dilimpahkan ke JPU.

“Jadi berkasnya sudah maju ke JPU sekitar dua minggu lalu, sehingga wewenang penahanan dia (Surya Anta) sepenuhnya ada di JPU,” ujar Argo secara terpisah.

Argo mengatakan, kalaupun soal sakit yang dikeluhan aktivis Papua itu pihaknya memastikan dari dokter di Rutan Brimob itu setiap hari pasti melakukan pengecekan jika ada tahanan sakit. Intinya, baik di Rutan Brimob atau Rutan Polda ada dokter yang mengecek kondisi tahanan sakit.

“Ya jika memang yang bersangkutan mengeluh sakit di tahanan, pasti ada dokter yang akan cek. Mulai dari keluhannya apa, semua akan dicek. Kalaupun misalnya nanti memang harus dirujuk, kita pun pasti akan merujuk ke RS Polri Kramat Jati,” tutup Argo.

(Mhf/gw/fin)