Pemerintah Garap Lahan Adik Prabowo di Kaltim

    JAKARTA – Tahap awal pembangunan ibu kota baru negara baru Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) dibutuhkan 6.000 hektare lahan. Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan awal adalah milik pemerintah yang digarap adik Prabowo Subianto, Hashim Djoyohadikusumo.

    Sekretaris Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Hadi Saputro dalam keterangannya mengatakan secara keseluruhan lahan yang dibutuhkan membangun ibu kota baru lebih kurang seluas 160.182 hektare.

    “Namun, untuk pembangunan awal hanya dibutuhkan lahan sekitar 6.000 hektare,” katanya, Selasa (8/10).

    Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memaparkan pemindahan ibu kota negara tidak mengeluarkan anggaran pembebasan lahan. Artinya, lahan untuk pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang disiapkan adalah lahan milik negara.

    “Pemerintah Pusat mengutamakan lahan milik negara dulu yang digunakan untuk pembangunan awal ibu kota baru, khususnya di wilayah Kecamatan Sepaku,” ujarnya.

    Lahan milik negara di wilayah Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara yang jadi lokasi ibu kota baru dikelola dua perusahaan swasta. Pengelolaannya berdasarkan izin hak pengusahaan hutan (HPH) maupun hutan tanam industri (HTI).

    Pemilik hak pengusahaan hutan di wilayah Kecamatan Sepaku, tersebut PT ITCI Hutani Manunggal di Kelurahan Pamaluan milik Sukanto Tanoto.

    “Dan satu lagi PT ITCI Kartika Utama di Kelurahan Maridan milik Hashim joyohadikusumo adik Prabowo Subianto,” katanya.

    Menurut Kementerian Kehutanan, jelas Hadi Saputro, kawasan konsesi pengusahaan hutan yang dikelola oleh dua perusahaan swasta tersebut dapat dikurangi untuk kepentingan negara.

    “Sehingga memungkinkan lahan PT ITCI Hutani Manunggal dan PT ITCI Kartika Utama dikurangi kawasan konsesinya untuk rencana pemindahan dan pembangunan ibu kota baru Indonesia,” terangnya.

    (gw/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here