Katulampa Siaga 3

Ilustrasi

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta petugas di wilayah setempat bersiaga menghadapi potensi genangan air, menyusul cuaca hujan di wilayah Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10) malam.

“Jelas masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang pada pukul 19.45 hingga 22.00 WIB,” kata Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI, M Ridwan, di Jakarta, kemarin (8/10).

Hujan di kawasan Bogor sebagai hulu aliran sungai menuju Jakarta berpotensi menimbulkan genangan air di beberapa lokasi rawan banjir. BPBD Jakarta juga menyatakan situasi Bendung Katulampa, Bogor, berstatus siaga 3 sejak pukul 18.30 WIB.

Ridwan telah meminta kepada pejabat lurah dan camat di kawasan Cipayung, Cimanggis, Tapos, Cinere, Jagakarsa, Cilandak, Pasar Minggu, Pancoran, Mampang, Kebayoran, Pesanggrahan, Setiabudi, Tebet, Jatinegara.

Selanjutnya, Duren Sawit, Makasar, Pasar Rebo, Ciracas, Cipayung, Menteng, Tanah Abang, Palmerah, Kebon Jeruk, Cengkareng, Kalideres, Senen, Johar, Cempaka Putih, dan sekitarnya untuk berwaspada.

 “Kami minta para camat dan lurah pada daerah rawan banjir atau longsor agar antisipasi dengan siagakan Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Satgas Banjir kecamatan. Segera tindak lanjuti genangan,” kata Ridwan.

Menurut Ridwan genangan air juga diprediksi meluas ke wilayah Kemayoran, Sawah Besar, Gambir, Taman Sari, Tambora, Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok, Matraman, Pulo Gadung, Kelapa Gading, dan Koja.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta sejak pukul 18.30 WIB. Hujan terpantau di kawasan Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, serta sebagian Jakarta Selatan.

Antisipasi juga dilakukan Pemkot Jakarta Pusat dengan menyiapkan dua macam jenis sumur yaitu sumur resapan dan sumur pantek. “Fungsinya, agar air hujan bisa ditampung,” kata Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Kehutan Jakarta Pusat Budi Hidayat.

Pria yang akrab dipanggil Hidayat itu mengatakan pembangunan dua jenis sumur di wilayah Jakarta Pusat telah menghabiskan waktu pengerjaan selama satu bulan. Jumlah sumur resapan yang telah dikerjakan saat ini sebanyak 60 buah sedangkan untuk sumur pantek sebanyak 65 buah.

Sumur- sumur tersebut dapat ditemui di Jalan Gunung Sahari, di bawah Flyover Galur, Jalan Suprapto, dan Jalan Angkasa. Saat ini sumur resapan dan sumur pantek sedang dikerjakan di sepanjang Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selain mengatasi banjir di masa musim penghujan, sumur- sumur tersebut dapat membantu mengatasi kekurangan air di masa kemarau. Hidayat mencontohkan keuntungan yang didapatkan dari membuat sumur pantek yaitu menampung air untuk membantu petugas menyiram tanaman di wilayah Jakarta Pusat.

“Sekarang ada 21 unit mobil tangki air, idealnya 40 unit mobil tangki. Maka itu kita bangun sumur pantek. Jadi nanti petugas cukup membawa mesin hisap air. Sehingga bisa langsung melakukan penyiraman di kawasan tersebut,” kata Hidayat.

(fin/ful)