Menyisir Laut, Mencari Korban Tenggelam

CIPATUJAH – Tim SARgabungan sampai Senin (7/10), masih melakukan pencarian jenazah Dadan (29), warga Pasanggrahan Desa Cipatujah Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Sebelumnya, Dadan dilaporkan hanyut dan tenggelam saat menebar jaring di muara Pantai Cipatujah.

“Hari ini (7/10) pencarian terhadap korban kembali dilanjutkan. Pencarian hari ke tiga juga diperluas hingga ke perbatasan Kabupaten Garut,” ujar Ketua Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adiseyta kepada Radar, Senin (7/10).

Dua hari lalu, pencarian korban, kata dia, sempat dihentikan karena gelombang tinggi. Kemarin pencarian dilanjutkan lagi. Mereka bergabung bersama tim dari Basarnas.

Tim gabungan, kata dia, melakukan penyisiran ke wilayah perbatasan Kabupaten Garut. Mereka melakukan penyirisan di darat dan laut.

“Kita mengikuti arahan dari tim Basarnas. Yang pasti saat ini kita sebar juga pencarian di wilayah pesisir Pantai Selatan Garut,” katanya.

Sebelumnya, Dadan (29) hilang saat menebar jaring ikan pada Jumat (4/10) malam. Pencairan yang menyisir Pantai Cipatujah dan ke tengah lautan belum membuahkan hasil.

Komandan Tim Kantor Pencairan dan Pertolongan Pos SAR Tasikmalaya Bagus Prayog mengatakan, pihaknya baru menerima laporan pada Sabtu pukul 08.00. Tim langsung menuju lokasi. Dari Basarnas ada lima orang yang diterjunkan, sementara Tim SAR Gabungan total 25 orang.

“Sabtu penyisiran dilakukan sampai pukul 17.00, tapi korban belum juga ditemukan. Kami menyisir darat sekitar dua kilometer

dari arah timur dan ke barat,” ujarnya kepada Radar, Minggu (6/10).

Hari ini, kata dia, pihaknya melakukan penyisiran air menggunakan satu perahu nelayan dan satu perahu Pol Air. Sejauh tiga kilometer sudah dilalui bersama tim gabungan untuk mencari korban sejak pukul 07.30-11.00. Selain itu, dilakukan juga penyisiran darat dengan jarak sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian.

Ketua Rukun Nelayan Pamayangsari Sana Sofyan menyatakan, saat korban hilang kondisi air di Pantai Cipatujah tidak begitu deras. Kemungkinan besar korban hilang karena terbawa jaring, karena di lokasi kejadian hanya ada patoknya saja. Sedangkan jaring dan korban sudah tidak ada.

“Pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan. Bahkan saat malam hari pun juga melakukan pencairan di pinggir pantai. Karena melihat arus kemungkinan korban ini terbawa ke bibir pantai. Sekarang (malam ini) juga kita lagi melaksanakan pencairan di bibir pantai ke arah Pantai Ciheras, mudah-mudahan bisa ditemukan,” ujarnya berharap.

(obi/ujg)