Tembak Jurnalis Indonesia, PBB Turun Tangan

FOTO: AFP HONGKONG MAKIN KACAU: Situasi dan kondisi Hongkong makin tak menentu, kemarin (6/10). Gelombang aksi protes tak juga surut. Infrastruktur vital mati, sementara aksi makin membesar pasca adanya penembakan yang nyaris menewaskan jurnalis Suara Hongkong News asal Indonesia Veby Mega Indah.

HONGKONG – PBB akhirnya merespon atas kisruh yang terjadi di Hongkong dalam beberapa bulan terakhir. Ini merespon atas insiden yang nyaris menewaskan jurnalis Suara Hongkong News asal Indonesia Veby Mega Indah. Sayangnya, apa yang dilakukan PBB, direspon negatif oleh pemerintah Hongkong.

Pemimpin Hongkong Carrie Lam mengklaim kekerasan ekstrem di pusat keuangan Asia dibenarkan untuk menangkal kondisi darurat. Dikatakannya, transportasi dan situasi Hongkong dewasa ini lumpuh akibat aksi demonstran.

“Perilaku radikal perusuh membawa Hongkong melewati malam yang sangat gelap, membuat masyarakat hari ini setengah lumpuh. Hongkong dalam situasi sulit,” terang Lam, dalam komentar pertamanya usai melarang pengunaan masker wajah, kemarin (6/10.

“Kekerasan ekstrem dengan jelas menggambarkan bahwa keselamatan publik Hong Kong sangat terancam,” katanya dalam pengumuman televisi yang direkam sebelumnya.

“Itulah alasan konkret bahwa kita harus menerapkan hukum darurat kemarin untuk memperkenalkan undang-undang anti-topeng,” timpalnya.

FOTO: AFP
HONGKONG MAKIN KACAU: Situasi dan kondisi Hongkong makin tak menentu, kemarin (6/10). Gelombang aksi protes tak juga surut. Infrastruktur vital mati, sementara aksi makin membesar pasca adanya penembakan yang nyaris menewaskan jurnalis Suara Hongkong News asal Indonesia Veby Mega Indah.

Ditambahkannya, demonstran telah menggunakan masker untuk menyembunyikan identitas mereka dalam protes yang semakin keras yang telah mengguncang kota selama empat bulan.

Protes mulai bertentangan dengan RUU yang diperkenalkan pada bulan April yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan Cina, tetapi sejak itu melonjak ke dalam gerakan pro-demokrasi yang lebih luas.

Setelah kekerasan Jumat, operator kereta api MTR Corp mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mematikan seluruh jaringan, yang membawa sekitar 5 juta penumpang setiap hari, sementara pusat perbelanjaan dan supermarket juga tutup.

Sementara Kepala Hak Asasi Manusia PBB menyerukan penyelidikan independen atas kekerasan selama protes anti-pemerintah di Hongkong. “Dua pemrotes remaja ditembak termasuk seorang jurnalis ditembak dalam insiden pekan lalu. Ini jelas mengkhawatirkan. PBB pun didesak untuk bertindak,” terang Komisaris Tinggi PBB Michelle Bachelet yang dilansir Reuters kemarin (6/10).

“Kami terganggu oleh tingginya tingkat kekerasan yang terkait dengan beberapa demonstrasi dan juga khawatir dengan cedera pada polisi dan pengunjuk rasa, termasuk wartawan dan pengunjuk rasa yang ditembak oleh petugas penegak hukum,” terang Michelle Bachelet pada konferensi pers yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Hongkong harus segera diinvestigasi yang efektif, cepat, independen dan tidak memihak dalam tindakan kekerasan termasuk penembakan. Dan kami (PBB, red) mengutuk keras semua tindakan kekerasan dari semua pihak dan saya meminta semua yang menanggapi demonstrasi dan mereka yang terlibat dalam protes melakukannya dengan cara damai dan tanpa kekerasan,” papar Bachelet.

Seperti diketahui pihak berwenang Hongkong memberlakukan larangan masker wajah pada hari Sabtu (5/10), sehari setelah pemimpin yang diperangi Carrie Lam meminta kekuatan darurat era kolonial dalam upaya untuk membendung kekerasan.

Menanggapi larangan tersebut, Bachelet mengatakan masker wajah tidak boleh digunakan untuk memprovokasi kekerasan. Tetapi memperingatkan Hongkong agar tidak menggunakan larangan itu untuk menargetkan kelompok-kelompok tertentu atau membatasi hak kebebasan berkumpul menjadi sesuatu yang tidak dibenarkan.

FOTO: AFP
HONGKONG MAKIN KACAU: Situasi dan kondisi Hongkong makin tak menentu, kemarin (6/10). Gelombang aksi protes tak juga surut. Infrastruktur vital mati, sementara aksi makin membesar pasca adanya penembakan yang nyaris menewaskan jurnalis Suara Hongkong News asal Indonesia Veby Mega Indah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here