Budi Daya Udang Kian Lesu

    PANGKEP – Budi daya udang semakin lesu. Padahal udang jenis vaname dan windu menjadi komoditi unggulan di Pangkep.

    Seorang petambak di Kecamatan Mandalle, Muhammad Isbat mengeluhkan, udang yang ia budidayakan di lahannya yang belasan hektare itu banyak yang mati mendadak. Disebabkan kondisi cuaca yang tak menentu.

    Isbat menjelaskan, semula ditebar bibit udang sekitar 1.000 bibit pada dua bulan yang lalu. Seharusnya udang vaname miliknya dipanen sebulan lagi. Namun banyaknya udang yang mati mendadak. Akhirnya dipanen dini.

    “Kita panen cepat, karena sudah banyak yang mati. Budi daya ikan bandeng lebih baik dari pada udang. Salah satunya disebabkan biaya operasional untuk budi daya udang yang lebih besar,” keluhnya. Minggu, 6 Oktober.

    Sementara itu, Kepala Bidang Budi Daya, Dinas Perikanan Pangkep, Muh Arsyad Djamal membenarkan, sulitnya budi daya udang, sebab harus memiliki banyak persiapan. Olehnya itu, pihaknya telah mengusulkan agar Pangkep masuk dalam kawasan budi daya udang percontohan.

    “Kami mendapat dua lokasi percontohan budi daya udang windu sebagai upaya kebangkitan budi daya udang tersebut. Hal ini dilakukan karena akhir-akhir ini makin sedikit pembudi daya udang,” ungkapnya.

    Menurut Arsyad, Pangkep mendapat dua lokasi percontohan budi daya udang. Di Kelurahan Talaka, Kecamatan Marang dan di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakang. Masing masing lima hektare.

    “Saat ini prosesnya masih persiapan lahan untuk budi daya percontohan ini,” katanya.

    (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here