Bayi Lahir Caesar Rentan Terkena Bakteri

LONDON – Bayi yang dilahirkan melalui operasi Caesar sejak dulu sudah diakui kondisi kesehatannya tidak sama dengan bayi yang dilahirkan secara normal. Menurut studi terbaru, hal ini ada kaitannya dengan kandungan mikrobiome. Ini ditemukan pada tubuh bayi yang dilahirkan melalui proses ini.

Studi yang dilakukan para peneliti di Inggris menyebutkan, tubuh bayi yang terlahir secara Caesar, ternyata jauh lebih rentan terhadap jamahan bakteri di sekitarnya. Menurut penelitian yang dilakukan peneliti dari University College London tersebut, dijelaskan bayi yang lahir secara caesar, memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan kesehatan. Seperti, asma, alergi tertentu dan masalah kesehatan terkait sistem imunitas tubuhnya.

“Jadi bagaimana sistem pertahanan tubuh bekerja, mungkin ada kaitannya dengan bagaimana pertama kali Anda berinteraksi dengan bakteri usai dilahirkan,” kata Niger Field selaku author senior studi seperti dilansir The Guardian, Sabtu (5/10).

dalam studi-studi sebelumnya, diperkirakan jika jumlah mikrobiome dalam tubuh bayi yang lahir, dipengaruhi oleh sebarapa banyak baketeri yang mereka telan selama proses kelahiran. Mulai dari rahim ke serviks, menuju vagina hingga vulva.

Temuan ini sekaligus mempertanyakan fungsi dari praktik, pemberian bakteri vaginal pada bayi yang baru lahir dari proses operasi Caesar. Pemberian bakteri vaginal terbilang cukup kontroversial. “Dalam studi ini, kami berhasil membuktikan bahwa tidak ada bukti yang mengatakan jika pemberian bakteri vagunal itu efektif,” jelas co-author Peter Brocklehurst.

Para peneliti sendiri belum mampu menentukan secara pasti, bagaimana bakteri dalam usus bayi mempengaruhi sistem kekebalan tubuhdi kemudian hari. Mereka masih melanjutkan penelitian untuk melengkapi temuan berharga tersebut.

Kendati demikian, temuan ini diharapkan tidak menjadi alasan bagi calon ibu untuk menghindari operasi Caesar. Karena operasi Caesar, dalam kondisi tertentu terkadang memang dibutuhkan. Dalam banyak kasus tertentu, kata Aliison Wright dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, operasi Caesar sangatlah esensial dan dibutuhkan untuk menyelamatkan. Tidak hanya nyawa si ibu, namun juga sang bayi.

(ruf/fin/rh)