Rizal Djalil Serahkan Dokumen Proyek SPAM PUPR

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rizal Djalil. Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Komisaris Utama PT Minarta Ditahutama (MD) Leonardo Jusmanita Prasetyo.

Ditemui usai pemeriksaan, Rizal enggan berbicara banyak. Ia hanya menjelaskan bahwa dirinya diperiksa sebagai saksi bagi Leonardo Prasetyo. Ia pun menyerahkan segala pertanyaan mengenai substansi pemeriksaan kepada penyidik.

“Saya diminta keterangan sebagai saksi ya. Saya ulangi, saya diminta keterangan sebagai saksi saudara L (Leonardo Prasetyo) dan semuanya sudah saya jelaskan ke penyidik dan saya siap memberikan keterangan lagi kalau diperlukan. Saya kira cukup, nanti silakan tanya di dalam,” ujar Rizal di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (4/10).

Ditanya terkait materi pemeriksaan, Rizal bergeming. Kendati, dalam pemeriksaan hari ini ia mengaku membawa sejumlah dokumen yang diperlukan KPK guna kepentingan penyidikan.

“Oh, banyak (dokumen). Sudah diserahkan terkait pemeriksaan hari ini,” tandasnya.
Rizal juga enggan memberikan keterangan terkait penetapan tersangka dirinya oleh KPK. Ia juga ogah berkomentar soal sangkaan KPK terhadapnya.

“Nanti, nanti saja ya. Kalau substansi nanti. Untuk pemeriksaan hari ini silakan tanyakan ke penyidik,” tutupnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, dalam pemeriksaan ini penyidik mendalami sejumlah hal. Di antaranya, perencanaan proyek SPAM dan pencairan uang termin proyek.

“Serta pelaksanaan proyek SPAM di Kementerian PUPR,” tutur Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan Anggota IV BPK RI Rizal Djalil sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek SPAM Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018. Selain Rizal, KPK juga menetapkan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusmanita Prasetyo.

Rizal diduga menerima suap senilai SGD100 ribu (sekitar Rp1 miliar). Suap diduga diberikan oleh Leonardo terkait proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.

Penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara serupa yang sebelumnya menjerat delapan tersangka. Para tersangka berasal dari kalangan Kepala Satuan Kerja SPAM, PPK dan pihak PT WKE serta PT TSP. Keseluruhan tersangka telah menjalani proses persidangan. Sebagian besar di antaranya telah divonis bersalah oleh majelis hakim serta dilakukan eksekusi hukuman.

Atas perbuatannya, Rizal diduga sebagai penerima suap, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Leonardo, yang diduga sebagai pemberi suap, disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(riz/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here