Buzzer di Medsos Telah Ditindak

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta para buzzer di media sosial untuk ditertibkan. Sebab ada yang beranggapan para buzzer diorganisir oleh pihaknya sehingga pro pemerintah.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, upaya penertiban telah dilakukan polri dengan penindakan hukum terhadap para buzzer-buzzerdi medsos tersebut.

“Polri selama ini telah melakukan penindakan terhadap para pelaku kejahatan di medsos, seperti kreator dan buzzer-buzzernya, dan tentunya dengan fakta hukum dan bukti-bukti, serta rumusan delic-nya. Dan jika terbukti, kan sudah kita lakukan penindakan hukumnya,” kata Dedi dihubungi awak media, Jumat (4/10).

“Jadi, setiap adanya kasus-kasus di medsos dari tim siber pun langsung bekerja dan memburu pelakunya, dan kemudian dilakukan penegakan hukum jika semua unsurnya terpenuhi, ya walaupun hukumnya itu adalah ultimum remedium,” sambung Dedi yang lagi ada di Kendari Sulawesi Utara.

Selain melakukan upaya penegakan hukum, Polri juga sudah melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap aksi kejahatan siber. Caranya menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

“Kita kerja sama dengan Kominfo juga untuk memblokir akun-akun media sosial yang diduga menyebarkan hoaks. Lalu, untuk langkah-langkah mitigasi juga secara linier sudah dilakukan dari literasi-literasi digital,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, setiap kasus yang berkaitan dengan medsos, pihaknya selalu berrkoordinasi dengan Kemkominfo. Dan itu sudah dilakukan secara intens.

“Ya untuk penegakan hukum di medsos terkait hal apapun kita berkoordinasi dengan Kemkominfo. Dan sudan berjalan untuk melakukan upaya penegakan hukum tersebut,” singkat Argo di gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membantah terkait anggapan bahwa kantornya menjadi tempat untuk mengorganisir buzzer di media sosial pro-pemerintah. Dia pun menyatakan, kalau malah menginginkan buzzer-buzzer di medsos itu ditertibkan.

“Saya pikir memang perlu (ditertibkan). Kan ini mainan dulu relawan, sekarang juga pendukung fanatik,” ucap Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (3/10).

(Mhf/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here