Willan Borges Belum Habis

LILLE – Masa kejayaan Willan Borges belumlah usai. Penampilan pemain 31 tahun tetap impresif bersama para talenta muda Chelsea di matchday kedua Liga Champions Grup H. Tammy Abraham dkk berhasil membungkam wakil Perancis Lille 1-2 di Stad Pierre-Mauroy, dini hari kemarin.

Gol Willian menjadi penentu kemenangan pertama Chelsea sejak dilatih Frank Lampard. Kemenangan ini melengkapi penampilannya yang ke-300 bersama The Blues.

Gol ini merupakan sinyal Willian kepada Chelsea untuk memakai jasanya di musim depan. Ya, Kontrak Willian bersama Chelsea akan berakhir pada Juni 2020. Sebelumnya, Willian berharap mendapat kontrak baru dari Chelsea.

Winger asal Brasil itu berharap bisa mengakhiri kariernya bersama The Blues. Namun, harapan yang sebelumnya dianggap pupus, kini mulai dibuka kembali.

Datang sebagai pemain senior, Willian bisa membuktikan terkadang ia harus menjadi teladan bagi lima lulusan akademi Chelsea yang ikut turun dalam laga kemarin.

Dalam laga kemarin, Wilian terus intens memberikan banyak passing matang kepada Tammy Abraham. Sebelum akhirnya Abraham berhasil membuka keunggulan Chelsea pada menit ke-22.

Pemain berjersey 9 tersebut berhasil lolos dari jebakan offside, setelah memanfaatkan umpan dari Fikayo Tomori untuk dikonversikan menjadi gol. Ya, gol tersebut merupakan gol kedelapan yang dibuat Abraham di semua kompetisi sepanjang musim ini.

Namun pada menit ke-33, tuan rumah sukses menyamakan kedudukan melalui Victor Osimhen lewat sundulannya setelah memanfaatkan peluang melalui tendangan sudut.

Setelah turun minum. Chelsea lebih banyak memainkan serangan balik. Hingga pada menit ke-78, kiriman bola Callum Hudson Odoi dari sisi kiri mampu diselesaikan Wilian lewat golnya dengan baik. Tua-tua keladi.

Sejak awal laga, strategi Lampard memang terbilang nekat. Eks manajer Derby County itu memaksa para pemain muda turun ke Liga Champions. Hal yang baru ketimbang pelatih lain.

Selain Abraham, Mason Mount dan Fikayo Tomori, Lampard juga menurunkan Reece James yang masih berusia 19 tahun. Frank memakai strategi 3-4-3 dengan dua gelandang bertahan, Jorginho dan Kante. Para pemain sayap mampu menciptakan celah di lini pertahanan lawan. Lille dengan cepat menyadari bahwa mereka juga lemah di sektor sayap. Ada begitu banyak ruang di belakang, sehingga Lampard tidak punya banyak pilihan selain mengubahnya kembali.

“Ini laga yang sangat istimewa bahwa kami bisa mendapatkan pengakuan hanya memainkan beberapa pemain akademi,” ujar Lampard seperti yang dilansir dari Telegraph.
Anak-anak baik-baik saja tetapi ini bukan sekedar bermain untuk kesenangan semata. Kita harus maju dan memenangkan pertandingan lagi dan lagi. Mereka melakukannya dengan baik dan mereka dapat melakukan lebih baik lagi. Level Liga Champions adalah hal lain,” tandasnya.

(fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here