Zaskia Sungkar Parno Demo Anarkis

JAKARTA – Demontrasi yang terjadi selama sepekan lebih itu terkait penolakan RUU KUHP dan revisi UU KPK punya cerita tersendiri bagi Zaskia Sungkar. Ya di terjebak di mal kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Pengalaman itu tidak akan terlupakan seumur hidupnya.

Peristiwa itu diceritakan lewat channel YouTube-nya, kemarin (2/10). Ketika itu pada 30 September 2019, dia bersama teman-temannya selesai menontin film, begitu keluar dari bioskop dia dikejutkan oleh sejumlah orang yang berlarian. Ditambah lagi, semua akses ditutup.

“Kemarin kan pas lagi demo itu pas banget aku dengan pintarnya aku nggak tahu kalau ada demo akhirnya aku ke PS kan. Aku nonton sama teman aku, pas aku keluar dari XXI aku lihat ada orang lari-lari gitu dari atas. Aku udah mulai berpikir, udah mulai mau panik,” cerita Zaskia Sungkar.

Dia pun meminta sang suami, Irwansyah untuk menjemput dirinya. Namun tidak berhasil keluar. Dari balik kaca mal, dia melihat sejumlah demontrasi melempar-lempar batu ke arah aparat. Atas apa yang dilihatya itu, kakak Shireen Sungkar itu semakin panik tidak menentu.

“Ini pengalaman yang sebenarnya menakutkan buat gue. Pintu ditutup, semua orang nggak bisa keluar di depan mall lagi lempar-lempar batu. Berusaha tenang, padahal jantung gue udah disko ya,” tutur dia.

Perempuan kelahiran Jakarta 28 tahun itu tetap berusaha untuk mencari jalan keluar, namun sia-sia, semua akses untuk keluar telah ditutup petugas keamanan.

“Kita keliling nyari titik keluar semua ditutup. Yang bikin parnonya adalah semua toko itu masukin barang-barangnya cepat banget. Kata satpamnya nggak boleh ada yang masuk dan keluar. Gue pikir bisa keluar, karena gue parno udah pada duduk di lantai agak sesak,” ujar Zaskia Sungkar.

Sampai akhirnya, dia naik ke atas dan melihat ada satu taksi yang keluar setelah mengantas seorang ibu yang ingin menjemput anaknya. Beruntung sopir taksi mau mengantarkan dia dan temannya.

“Kita nerobos jalan, jalanan Sudirman udah amburadul. Udah polisi di mana-mana. Intinya sih sempat panik, namanya demo hal wajar. tidak boleh sampai anarkis, sedih lihat sampai timpuk-timpukkan di jalan. Gue lihat di depan PS gimana, selama ini lihatnya di berita ini langsung. Itu gue berusaha tenang,” pungkasnya.

(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here