Anggota BPK Tersangka Suap Proyek SPAM PUPR

Beranda Hukum dan Kriminal Anggota BPK Tersangka Suap Proyek SPAM PUPR

FIN.CO.ID, JAKARTA – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Rizal Djalil ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2017-2018. Selain Rizal, KPK juga menetapkan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama (MD) Leonardo Jusmanita Prasetyo.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan, Rizal diduga menerima suap senilai SGD100 ribu (sekitar Rp1 miliar). Suap diduga diberikan Leonardo terkait proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.

“Dalam pengembangan perkara ini, ditemukan dugaan aliran dana SGD100 ribu pada salah satu Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dari pihak swasta,” ujar Saut dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/9).

Saut menyatakan, penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara serupa yang sebelumnya menjerat delapan tersangka. Para tersangka berasal dari kalangan Kepala Satuan Kerja SPAM, PPK dan pihak PT WKE serta PT TSP. Keseluruhan tersangka telah menjalani proses persidangan. Sebagian besar di antaranya telah divonis bersalah oleh majelis hakim serta dilakukan eksekusi hukuman.

Dalam konstruksi perkara yang berhasil terungkap, Saut menuturkan, Rizal diduga pernah memanggil Direktur SPAM ke kantornya serta menyampaikan akan melakukan pertemuan. Beberapa hari berselang, perwakilan Rizal menyambangi Direktur SPAM dan menyampaikan ingin ikut serta dalam pelaksanaan atau kegiatan proyek di lingkungan Direktorat SPAM.

“Proyek yang diminati adalah proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar,” ucap Saut.

Kemudian, proyek JDU Hongaria diputuskan dikerjakan oleh PT MD. Di mana, Leonardo Jusmanita Prasetyo menjabat sebagai komisaris utama dalam perusahaan tersebut.

Sekitar tahun 2015-2016, Leonardo dikenalkan kepada Rizal oleh seorang perantara di Bali. Leonardo pun memperkenalkan diri sebagai kontraktor proyek di Kementerian PUPR.

Melalui seorang perantara, Leonardo menyampaikan akan menyerahkan uang Rp1,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura kepada Rizal, melalui pihak lain.

“Uang tersebut pada akhirnya diserahkan pada RIZ (Rizal) melalui salah satu pihak keluarga yaitu sejumlah SGD100 ribu dalam pecahan SGD1.000 atau 100 lembar di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan,” jelas Saut.

Selain itu, dikatakan Saut, BPK pernah melakukan pemeriksaan pada Direktorat SPAM Kementerian PUPR pada Oktober 2016. Pemeriksaan itu tertuang dalam Surat Tugas BPK RI tertanggal 21 Oktober 2016 ditandatangani oleh tersangka Rizal selaku Anggota IV BPK saat itu.

Saut mengungkap, surat tugas tersebut berisi perintah melaksanakan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas pengelolaan infrastruktur air minum dan sanitasi air limbah pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR dan instansi terkait tahun 2014, 2015, dan 2016 di DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan barat dan Jambi.

“Awalnya diduga temuan dari pemeriksaan tersebut adalah sebesar Rp18 miliar. Namun kemudian berubah menjadi sekitar Rp4,2 miliar,” ungkap Saut.

Lebih lanjut dijelaskan Saut, Direktur SPAM mendapat pesan berisi permintaan uang terkait pemeriksaan tersebut. Uang yang diminta yakni sebesar Rp2,3 miliar.

Saut pun menuturkan, KPK telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada kedua tersangka tertanggal 20 September 2019. Selain itu, sambungnya, KPK juga telah mengirim surat pelarangan ke luar negeri atas nama dua tersangka ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham guna kepentingam penyidikan.

“Penegahan ke luar negeri tersebut dilakukan selama enam bulan ke depan terhitung sejak 20 September 2019,” tutur Saut.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, pihaknya berhasil mengidentifikasi sebaran aliran dana yang masif kepada sejumlah pejabat di Kementerian PUPR terkait perkara ini. Selama proses penyidikan hingga persidangan sebelumnya pun, kata dia, sekitar 62 orang pejabat Kementerian PUPR dan pihak lain telah mengakui menerima aliran dana. Mereka juga telah mengembalikan uang tersebut kepada KPK senilai total Rp26,74 miliar.

“Kami menduga masih terdapat aliran dana lain yang belum diakui oleh para pejabat di beberapa instansi terkait. Diduga sekitar Rp100 miliar dialokasikan pada sejumlah pihak,” terang Febri.

Atas perbuatannya, Rizal diduga sebagai penerima suap, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Leonardo, yang diduga sebagai pemberi suap, disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(riz/gw/fin)

Baca Juga

Tunggu Laporan Sepeda Lipat

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melaporkan penerimaan sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda ke Direktorat Gratifikasi KPK....

Hukum Dinomor-duakan, Benny Tjokro dan Heru Hidayat Banding

JAKARTA - Dua terdakwa kasus korupsi Jiwasraya, Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru...

Pelajar Tetap Dipidana

JAKARTA - Polda metro Jaya menangkap 11 pelajar penyebar hasutan melalui media sosial serta terlibat bentrokan dengan petugas dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law...

Oknum Polisi Positif Pakai Sabu

WATAMPONE - Hasil tes urine oknum anggota Sat Sabhara positif. Namun belum juga mendapat sanksi. Alasannya, tidak ada barang bukti. Polisi yang berpangkat bripda, berinisial...

OTW Bebas, Eh Habib Bahar jadi Tersangka Penganiayaan Lagi

JAKARTA- Habib Bahar bin Smith kembali ditetapkan jadi tersangka oleh kepolisian Polda Jawa Barat. Penetapan tersangka kepada Habib Bahar, atas laporan kasus dugaan penganiayaan...

Berita Terbaru

Belum Genap 1 Tahun, Kiano Bakal Punya Adik

JAKARTA - Pasangan selebriti Baim Wong dan Paula Verhoeven tengah berbahagia. Ya, pasalnya orang tua Kiano Tiger Wong itu kini dikabarkan sedang hamil anak...

Kanal Berita SEA Today Siap Membawa Kabar Baik Indonesia Mendunia

JAKARTA, - Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio melakukan soft launching dan menyaksikan penayangan...

Dana Nasabah WanaArtha Tak Bisa Disita

JAKARTA - Kejaksaan seharusnya berhati-hati membekukan atau menyita rekening berbagai pihak dalam kasus Jiwasraya. Penyitaan atau pembekuan harus dibarengi dengan kejelasan keterkaitan. Pakar Tindak...

Musim Flu Sudah Tiba, Ini Bedanya dengan COVID-19

JAKARTA - Memasuki bulan November, masyarakat akan dihadapkan pada dua masalah kesehatan di waktu yang bersamaan.  Selain ancaman musim flu, pandemi corona yang sudah dalam...

Hal yang Ditakutkan Nathalie Holscher saat Menikah dengan Sule

JAKARTA - Jelang menikah dengan Sule, Nathalie Holscher mengaku bahwa dirinya menyimpan sebuah rasa ketakutan. Wanita yang menjalani proses mualaf di rumah Sule itu...

Nusantara

Buaya Sepanjang 5,4 Meter Ditangkap Warga

SUNGAISELAN - Buaya berukuran 5,4 Meter dengan berat 700 hingga 800 Kilogram di daerah Sungai pangkal Raya Desa Sungai Selan Kecamatan Sungai Selan Kabupaten...

Hujan, Turap di Desa Karangsari Longsor

CILACAP - Turap penahan tebing longsor dan menimpa bagian belakang rumah seorang warga di Desa Karangsari, Kecamatan Cimanggu, Senin (26/10) pagi. Tembok penahan tebing setinggi...

News

Dana Nasabah WanaArtha Tak Bisa Disita

JAKARTA - Kejaksaan seharusnya berhati-hati membekukan atau menyita rekening berbagai pihak dalam kasus Jiwasraya. Penyitaan atau pembekuan harus dibarengi dengan kejelasan keterkaitan. Pakar Tindak...

Progres 98 serta Tokoh Lintas Aktivis Menolak Demo Anarkis dan Politik Destruktif

JAKARTA - Berbagai persoalan politik bangsa yang terjadi di Indonesia sangat menarik untuk disikapi. Karena itu, perlu adanya evaluasi yang komprehensif terkait dinamika politik...

Unggah Foto Lari Pagi, Netizen Salfok di Balik Celana Gisel

JAKARTA - Aktris sekaligus penyanyi Gisella Anastasia kerap memposting kegiatannya di media sosial, baik saat sendiri atau sedang bersama sang buah hati, Gempita Nora...

Oknum Polisi Positif Pakai Sabu

WATAMPONE - Hasil tes urine oknum anggota Sat Sabhara positif. Namun belum juga mendapat sanksi. Alasannya, tidak ada barang bukti. Polisi yang berpangkat bripda, berinisial...

OTW Bebas, Eh Habib Bahar jadi Tersangka Penganiayaan Lagi

JAKARTA- Habib Bahar bin Smith kembali ditetapkan jadi tersangka oleh kepolisian Polda Jawa Barat. Penetapan tersangka kepada Habib Bahar, atas laporan kasus dugaan penganiayaan...

Agar Ada Efek Jera, Bentjok dan Heru Divonis Seumur Hidup

JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memvonis Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro...

Modus Ganjal ATM, Gasak Uang Puluhan Juta Rupiah

METRO - Satreskrim Polres Kota Metro kembali mengamankan satu orang tersangka tindak kejahatan dengan modus mengganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Pelaku berinisial R...