Diskes Awasi Pertumbuhan Balita Pecandu Kopi

FIN.CO.ID, POLMAN – Balita, Khadijah Haura (14 bulan), pecandu kopi mendapat pengawasan ketat Dinas Kesehatan (Diskes) Polman. Puskesmas Matakali diminta secara khusus memantau perkembangan kesehatan anak pasangan Sarifuddin dan Anita itu.

“Termasuk mengedukasi kepada keluarganya, agar menghilangkan kebiasaan ketergantungan anak terhadap kopi,” kata Kadiskes Polman, Andi Suaib Nawawi kepada FAJAR, Jumat, 20 Agustus.

Suaib mengatakan, pihaknya sudah memeriksa kesehatan Khadijah beberapa hari lalu. Hasilnya, kondisi kesehatannya baik, tidak ada tanda-tanda gangguan pada tumbuh kembang bayi. “Dari hasil pemeriksaan, Kartu Menuju Sehat (KMS) Posyandu menunjukkan, grafik kesehatan dan gizi bocah Khadijah tersebut berada di warna hijau yang artinya normal,” ungkapnya. Beratnya juga normal, 10 kilogram lebih, dari KMS menunjukkan pita hijau, masih normal. “Tetapi memang kalau persoalan kopi, akan menjadi persoalan kesehatan jika dibiarkan terus menerus,” sambungnya.

Ibu Khadijah, Anita mengungkapkan, dia sudah memberi minuman kopi kepada anaknya sejak masih usia enam bulan. Setiap hari, bisa sampai lima dot ukuran besar. Itu sebagai pengganti susu.

“Terpaksa Pak, karena tidak ada uang untuk membeli susu. Setiap hari diberi kopi sebanyak empat kali, apalagi saat dia mau tidur, biasanya terus merengek kalau tidak diberi kopi,” kata Anita.

Kepala Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Mawar membantah jika keluarga Khadijah diberi kopi karena kemiskinan. “Keluarga tersebut tidak mendapatkan bantuan PKH maupun beras rastra, karena termasuk keluarga mampu. Sawahnya luas dan punya rumah dua lantai,” katanya.

(rul/iad)