Tiup Lilin Memunculkan Bakteri di Kue

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Salah satu kebiasaan yang tak pernah ketinggalan ketika momen perayaan ulang tahun, adalah meniup lilin. Namun, tak banyak yang tahu jika itu tak sehat. Bakteri dari lilin bisa berpindah ke kue.

Bahkan, dalam sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti Clemson University di South Carolina menemukan, jika meniup lilin di atas kue ulang tahun bisa meningkatkan jumlah bakteri hingga lebih dari 14 ribu kali lebih banyak.

Dosen Prodi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia, Dr Alfina Baharuddin MKes, mengatakan hal tersebut termasuk infeksi udara. Napas manusia memiliki bakteri dan partikel debu yakni, bioaerosols.

Partikel ini dapat berpindah ke permukaan kue, ketika meniup lilin ulang tahun yang ada di atas kue. Namun, sebenarnya mulut dipenuhi bakteri baik dan buruk. Bakteri baik akan membantu tubuh untuk melawan patogen yang menyebabkan infeksi penyakit.

Sebaliknya, bakteri buruk dapat menyebabkan sejumlah infeksi, seperti radang tenggorokan dan infeksi telinga. Keduanya merupakan penyakit menular. Untuk itu, sebaiknya dalam perayaan ulang tahun tak meniup lilin jika kondisi kesehatan tak baik.

Kebanyakan dari bakteri ini tidak berbahaya. Kemungkinan kita akan sakit karena bakteri ini sangat kecil. Tetapi, jika seseorang yang meniup lilin kue ulang tahun sedang dalam keadaan sakit. Misalnya sedang flu atau batuk, maka akan membuat virus juga menempel pada lapisan krim kue. Pada saat dikonsumsi oleh orang lain tentunya mereka akan terkena virus tersebut, ungkapnya.

Alumnus Program Doktor Kedokteran Mikrobiologi Unhas ini menambahkan pertumbuhan bakteri juga cukup signifikan. Sekali tiupan bisa meningkatkan pertumbuhan hingga 1.000 persen.

Lilin pada kue juga meningkatkan bakteri yang menutupi lebih banyak daripada ketika tidak digunakan. Karena transfer aerosol terjadi ketika mengeluarkan zat panas, seperti lilin.

Apalagi, jika kue diletakkan di lingkungan yang lembap yakni di dalam rumah yang sirkulasi udaranya tidak baik, maka akan memungkinkan ratusan jenis bakteri tumbuh di atas kue.

Selain meniup lilin, beberapa bakteri juga tumbuh di beberapa barang seperti di seprei, remote TV, ponsel, yang bisa nenularkan bakteri staphilococus aereus,salmonella typhi dan masih banyak lagi.

Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan bisul, impetigo, selulitis, dan staphylcoccal scalded skin syndrome (SSSS), yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, dan adanya nanah pada luka.

Oleh karena itu, paling baik ketika selalu mencuci tangan setelah beraktivitas. Juga ketika ingin makan agar mencuci tangan dahulu karena tanpa disadari ada banyak bakteri di benda-benda yang selalu tersentuh.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PhD mengatakan, begitu banyak bakteri di sekitar kita. Oleh karenanya penting untuk memperhatikan higienitas dengan rajin membersihkan tubuh dan mencuci tangan setiap saat dan sesudah beraktivitas.

Apalagi pada anak-anak, daya imunitasnya belum terbentuk dengan baik dan pada lansia yang imunitas tubuhnya menurun. Hal ini memungkinkan penyakit gangguan pencernaan akan cepat terjadi.

Ketika sudah mengalami gangguan pencernaan, ada baiknya memperhatikan konsumsi air putih yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi.

(*)