Hirup Asap TPA, 40 Warga ISPA

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Kepulan asap masih terlihat di TPA Tamangapa. Beberapa warga terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Pantauan FAJAR, Rabu, 18 September, tercatat delapan warga yang tinggal di Jl Kompleks Borong Jambu terkena ISPA. Mereka dilarikan ke puskesmas pembantu Tamangapa untuk mendapat pertolongan medis.

Salah seorang warga yang juga Siswa SMA Negeri 19 Makassar, Muhaimin (15), terkena ISPA akibat menghirup asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Antang.

Muhaimin mengaku dadanya sesak sejak Selasa, 17 September, malam. Udara yang dipenuhi asap membuatnya harus mengenakan masker.

“Tadi malam mau dibawa ke puskesmas, tetapi belum sempat karena sudah gelap. Jadi menunggu pagi, ada tim evakuasi dari Leo Club yang antar ke puskesmas,” ucapnya.

Sementara murid SD Borong Jambu I, II, dan III yang sempat diliburkan, Senin, 16 September, sudah kembali belajar di sekolah, kemarin. Meski demikian, proses belajar mengajar belum efektif.

Asap masih menyebar hingga di ruang kelas. Para murid harus memakai masker.
Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sulselbar, Khalid Shaleh mengatakan, saat ini ada empat puskesmas di daerah Manggala yang difungsikan 1×24 jam untuk berjaga-jaga.

Keluhan warga yang datang mengalami gangguan pernapasan. Gejalanya berupa demam, batuk dan susah bernapas. Inilah yang langsung diberi penanganan medis dan dievakuasi.

Lanjut Khalid, kepulan asap beberapa hari ini memang mengganggu dan berdampak kepada warga sekitar. Selain pengobatan, Persi melakukan pencegahan dengan membagikan masker kepada warga. Khususnya anak-anak yang bersekolah di sekitar. Jika dibiarkan, semakin banyak korban.

“Tak hanya warga yang diperhatikan, tetapi petugas pemadam dan medis di puskesmas juga diperhatikan kesehatannya, sehingga bergantian bertugas,” ucapnya saat ditemui di Puskesmas Tamangapa.

Kepala Dinas Kesehatan Makassar A Naisyah T Azikin menyampaikan, kebakaran di TPA Tamangapa Antang menyebabkan polusi udara dan sangat rentan memicu Infeksi Saluran Pernafasan Akut.

Berdasarkan laporan dan pantauan, masyarakat yang dirawat dengan gangguan ISPA di puskesmas maupun pustu pasca kebakaran mencapai kurang lebih 40 orang.

Dari laporan yang telah masuk, Naisyah mengakui jenis ISPA yang dialami masyarakat di sekitar TPA masih level ringan. “Belum ada yang sampai berat seperti sesak napas dan membutuhkan rujukan. Masih bisa ditangani semua,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat yang keluar rumah dan hendak bepergian untuk tetap memakai masker. Selain itu memperbanyak minum air putih dan buah.

(wis-abd/rif)