Kopi Mentega Dapat Turunkan Berat Badan

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Mengonsumsi kopi bisa dimanfaatkan untuk menunda kantukdan menurunkan berat badan. Caranya, campurkan dengan mentega.

Spesialis Gizi Klinik, Rumah Sakit Ibnu Sina, dr Asrini Safitri Husain MKes SpGK mengatakan, kopi mentega akan membantu menghasilkan energi dan memperlambat pengosongan lambung. Manfaatnya, memperlambat penyerapan kafein ke dalam darah yang menunda lapar, sehingga cocok untuk yang ingin menurunkan berat badan.

Selain itu, juga baik untuk yang mengalami gula darah tinggi, karena memperlambat kerja dari insulin. Kadar gula darah pun lebih stabil atau lebih terkontrol dibanding kosumsi tinggi karbohidrat. Terutama menggunakan gula sederhana. Dalam satu saji kopi mentega ini tidak mengandung karbohidrat sama sekali karena tidak adanya kandungan gula, terangnya.

Bagi yang ingin melakukan diet keto, ini bisa menjadi alternatif. Prinsipnya, tubuh diarahkan untuk menggunakan simpanan lemak setelah cadangan glukosa habis dalam waktu singkat (satu hingga dua jam). Tujuan dari diet keto kan, agar terbentuk kadar keton yang tinggi di dalam tubuh (ketosis). Ketosis inilah yang diyakini dapat membantu mengontrol penurunan berat badan, ungkapnya.

Mengonsumsinya bisa di pagi hari karena bulletproof ini akan menghasilkan sumber energi yang dapat digunakan untuk beraktivitas.

Untuk membuat kopi mentega ini cukup mencampurkan kopi hitam sesuai selera lalu memasukkan satu sendok mentega organik atau unsalted grass-fed butter dan tidak lupa mencampurkan satu sendok teh minyak MCT. MCT merupakan turunan minyak kelapa yang mudah dicerna oleh tubuh dan memperlambat pengosongan lambung.

Namun, kopi mentega ini tak akan berfungsi jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi. Alih-alihl ingin menurunkan berat badan, justru bisa menjadi bomerang yang membawa penyakit. Olahraga pun harus dilakukan karena kopi mentega hanya digunakan untuk menunda rasa lapar saja.

Kandungan proteinnya selain bisa menjadi sumber energi dan mengandung asam amino yang mencegah penuaan dini. Sel-sel tubuh yang rusak dapat digantikan dengan konsumsi protein. Imunitas tubuh bisa bagus, jadi tidak mudah sakit?

Sementara itu, Dosen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Andi Nurlinda SKM MKes mengatakan, dalam program diet perlu mengatur makanan yang dikonsumsi. Salah satu yang bisa membuat tubuh berenergi dan lebih lama lapar yakni konsumsi makanan yang mengandung protein.

Dalam program penurunan berat badan juga perlu diperhatikan agar tak terlalu ekstrem. Jika tubuh kekurangan gizi, akan membuat tubuh menjadi lemas, sehingga aktivitas menjadi terganggu karena fokus yang berkurang sebab sumber energi telah banyak diambil.

(*)