SAH! HK RESMI GARAP LAWE-LAWE FACILITES MILIK PERTAMINA

MEGA PROYEK CALON IBUKOTA: Penandatanganan kontrak proyek EPC di daerah Lawe-Lawe, Kalimantan Timur, berlangsung kemarin (17/9). (Foto: Hutama Karya)

PEMBANGUNAN MEGA PROYEK EPC DI LOKASI CALON IBUKOTA NEGARA

JAKARTA – Menjelang akhir tahun 2019, PT Hutama Karya (Persero) akan mengerjakan mega proyek baru di bidang Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) – nya.
Ya, HK secara resmi akan menggarap pembangunan upgrade Fasilitas Kilang Minyak milik PT Pertamina (Persero) yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara–Kalimantan Timur.

Bertempat di Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Senin (16/9), manajemen PT Hutama Karya (Persero) secara resmi melakukan signing kontrak proyek “Site Development Lawe-Lawe Terminal Facility Project RDMP RU-V Balikpapan”.

Penandatanganan ini dilakukan antara Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero), Ignatius Tallulembang selaku owner dengan General Manager of China Petroleum Pipeline Engineering Co., Ltd. (CPP), Mr. Dong Xu dan Kepala Divisi EPC PT Hutama Karya (Persero), Selo Tjahjono selaku kontraktor kontraktor konsorsium dengan disaksikan langsung oleh Direktur Utama HK, bapak Bintang Perbowo dan Executive Vice President of CPP, Mr. Chen Qinxun.

Direktur Utama HK, Bintang Perbowo menyatakan bahwa dalam proyek ini HK mendapatkan porsi JO 47% dari total kontrak Konsosrsium HK-CPP senilai Rp3,7 triliun rupiah. “Kami sangat bangga dapat menggarap kembali salah satu proyek EPC Pertamina ini. Kami memastikan bahwa kami akan memberikan deliverable yang baik dalam proyek ini dengan kualitas yang maksimal serta tepat waktu dalam penyelesaian pekerjaannya,” terang Bintang di sela-sela seremoni penandatanganan kontrak.

 

Dalam proyek yang akan memakan waktu selama kurang lebih 2,5 tahun ini, Hutama Karya akan bertanggung jawab untuk mengerjakan upgrade fasilitas penunjang kilang minyak di Lawe-Lawe untuk onshore facilites meliputi pembangunan utility area, civil work untuk crude storage tank, fire water tank, dan fasilitas penunjang lainnya.

Kepala Divisi EPC PT Hutama Karya (Persero) menuturkan bahwa upgrade fasilitas penunjang kilang minyak ini perlu dilakukan Pertamina sejalan dengan bertambahnya kapasitas minyak mentah disana.

 

“Karena adanya kenaikan kebutuhan minyak mentah di Indonesia maka Refinery Development Master Plan (RDMP) RU-V Balikpapan bermaksud untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan yang ada di fasilitas eksisting di Revinery Unit tersebut. Pada proyek ini bagian yang akan ditingkatkan adalah pembangunan dua tangki penyimpanan crude oil masingmasing sebesar 1 juta barrel, single point mooring (SPM), pipeline baik offshore maupun onshore, serta utilitas pendukung,” tutur Selo.

 

Lebih lanjut, Selo juga mengungkapkan rasa bangganya bahwa HK dapat terlibat dalam pengerjaan salah satu satu proyek EPC yang cukup penting di tahun 2019 ini. “Hal ini berkat kerja keras tim dan yang pasti portofolio Hutama Karya yang baik di bidang EPC. Oleh karena itu kami tak bosan untuk selalu meningkatkan kualitas kami, melengkapi berbagai persyaratan, serta sertifikasi di bidang HSE yang saat ini menjadi suatu pertimbangan penting ketika akan melakukan tender proyek besar,” pungkas Selo menambahkan. (rls/ful/fin)