Empat WNI Pengantin Pesanan Berhasil Dipulangkan

Foto: Kemenlu Serah terima 4 WNI korban pengantin pesanan dari Cina, yang berlangsung di Gedung Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri.

FIN.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kembali memulangkan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pengantin pesanan dari Cina.

Seperti dikutip dari situs resmi Kemlu.go.id, Senin (16/9), Empat WNI korban pengantin pesanan tersebut berasal dari wilayah Kalimantan Barat dan Jawa Barat. Kempatnya saat ini, telah diserahterimakan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada 13 September 2019, demikian seperti dikutip dari Kemlu.go.id, Senin (16/9/2019).

Sejak tanggal 2 September 2019, Kementerian Luar Negeri dan KBRI Beijing berhasil memulangkan sebanyak 18 WNI perempuan yang menjadi korban pengantin pesanan dari wilayah RRT. Dari delapan belas WNI tersebut, sebagian diantaranya terindikasi sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kasus pengantin pesanan telah ditangani oleh KBRI Beijing sejak tahun 2016 dimana pada periode 2018-2019 terjadi peningkatan jumlah kasus yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ichsan Firdaus selaku perwakilan dari KBRI Beijing, Cina.

Kementerian Luar Negeri akan terus berkoordinasi dengan pihak Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Kemensos dan Polri dalam meningkatkan upaya penanganan dan pencegahan kasus pengantin pesanan.

Dalam hal pencegahan, beberapa hal yang akan ditingkatkan antara lain pengetatan prosedur pemberian izin pernikahan campuran, legalisasi pernikahan campuran, serta melakukan kegiatan Public Awareness Campaign (PAC) terkait bahaya dan modus dari pengantin pesanan untuk mencegah bertambahnya korban.

“Upaya preventif akan lebih mudah dilakukan dibandingkan menangani kasus yang sudah terjadi karena apabila korban telah berada di RRT, proses penyelesaian kasus akan membutuhkan waktu yang cukup lama,” tegas Winanto Adi selaku Pelaksana Harian Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler.

Para WNI tersebut berhasil dipulangkan dari Tiongkok melalui pendampingan KBRI Beijing. Para korban berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat, demikian seperti dikutip dari rilis resmi Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (3/9).

Kasus pengantin pesanan marak terjadi melalui perantaraan agen perjodohan. Permasalahan muncul ketika agen perjodohan menggunakan modus penipuan untuk meyakinkan para pasangan.

(der/fin)