Terkait Pembobolan Bank BUMN, Tidak Ada Masalah Keamanan Pada Aplikasi Kudo

FIN.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Siber Bareskrim Polri mengadakan press conference berkaitan dengan penangkapan tersangka pembobol Bank BUMN, Selasa (10/9). Kudo mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Direktorat Siber Bareskrim untuk mengungkap kasus ini.

Menangapi hal tersebut Kudo telah melakukan pengecekan kembali kepada Direktorat Siber Bareskrim Polri dan menyimpulkan bahwa tidak ada pernyataan dari Direktorat Siber Bareskrim Polri yang menyebutkan kesalahan ataupun masalah keamanan pada aplikasi Kudo.

“Berdasarkan pengecekan yang dilakukan Polri, aplikasi kami tidak ada masalah dalam sistem keamaan yang kami terapkan,” ujar Christina Novalita dalam pesan yang diterima Redaksi Fajar Indonesia Network, Rabu (11/9).

Sebelumnya dua pelaku pembobol rekening bank dibekuk tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidisiber) Bareskrim Polri. Kedua pelaku diamankan petugas di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (9/9).

Para pelaku yaitu seorang mahasiswa berinisial YA (24), warga Dusun Petaling Rt 01/01, Petaling, Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir. Satu lagi adalah rekan YA berinisial RF (23). Dia merupakan seorang karyawan swasta, warga Jalan Residen H. Abdul Rozak No.54, Kel. Bukit Sangkal, Kec Kalidoni, Palembang.

Kasubdit 1 Dittipidisiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustomi mengatakan dalam beraksi pelaku menggunakan modus top up dan transfer menggunakan aplikasi KUDO dengan menggunakan virtual account Bank.

“Dengan modusnya ini, top up atau transfer yang dilakukan mereka tak mengurangi saldo yang ada dalam akun KUDO-nya. Sementara dalam laporan virtual account Bank tercatat bahwa top up dan transfer tersebut sukses/berhasil,” kata Dani secara tertulis, Selasa (10/9).

(FIN)