Sosialisasi Pilkada Bernuansa Lokal

FIN.CO.ID, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyarankan jika konten sosialisasi dalam Pilkada Serentak 2020 bisa disesuaikan dengan kearifan lokal di masing-masing daerah. Menurutnya, pertimbangan tersebut perlu diperhatikan karena Bawaslu tingkat provinsi dan kabupaten/kota, akan sering melakukan sosialisasi.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan jika kearifan lokal di daerah bisa jadi pertimbangan dalam menentukan konten sosialisasi. Selain itu, penyeragaman sosialisasi dan pengawasan antardaerah tidak bisa dilakukan. Sebab, masing-masing daerah baik yang di kepulauan maupun daratan memiliki tingkat kesulitan berbeda. “Konten sosialisasi bisa diadaptasi dari nuansa lokal. Sehingga memperkaya cara pandang. Yang terpenting materi sosialisasi bisa menyasar ke daerah marjinal dan kaum disabilitas,” jelas Afif.

Hal senada disampaikan anggota Bawaslu lainnya Rahmat Bagja. Dia menyarankan konten sosialisasi Pilkada 2020 harus mudah dibaca dan naratif. Sehingga, kalangan pelajar hingga pengawas dapat memahami dan mengerti maksud serta tujuan Pilkada Serentak 2020. “Kami harapkan juga ada pembelajaran dari pilkada sebelumnya. Masalah sengketa yang dihadapi dan bagaimana menyelesaikannya sebagai gambaran singkat saja,” usul Bagja.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Soregar menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) untuk meningkatkan intensitas komunikasi antara Bawaslu dan MA. Pasca pemungutan suara, kedua lembaga ituy akan menangani perkara yang diajukan oleh peserta pilkada yang tidak puas dengan hasil pilkada. Bahkan, sengketa yang telah diputus Bawaslu bisa dibawa banding ke MA. Sehingga pihak-pihak yang berperkara bisa memperjuangkan keadilan.

(khf/fin/rh)