Perdamaian Israel dengan Palestina Sulit

FIN.CO.ID, DOHA – Proses perdamaian Israel dengan Palestina dinilai masih sulit terjadi dalam waktu dekat. Pasalnya, beberapa faktor penyebab, termasuk masih adanya friksi di antara faksi-faksi Palestina.

“Situasi di sana memang berbelit dan pelik. Saya tidak berpikir akan ada perdamaian antara Hamas atau Fatah atau antara Palestina dan Israel,” kata Ketua Komite Qatar untuk Rekonstruksi Gaza, Mohammed al-Emadi, dalam sebuah wawancara dengan Aljazirah, Selasa (10/9)

Menurut al-Emadi, wilayah Gaza layaknya seorang lelaki yang berjalan di atas tali dan berusaha menjaga keseimbangan serta tak jatuh saat semua orang menusuknya.

“Gaza adalah tempat di mana Israel, Mesir, Otoritas Palestina, Hamas, dan faksi-faksi Palestina lainnya mencoba untuk saling melemahkan dan bersaing untuk merebut kekuasaan,” terangnya.

al-Emadi menilai, masyarakat Palestina di Gaza adalah korban sebenarnya dari blokade Israel-Mesir dan friksi politik intra-Palestina. Gaza diketahui telah diblokade selama sekitar 12 tahun.

“Tak mengherankan jika terjadi krisis kemanusiaan di sana,” uajrnya.

Selain karena minimnya pasokan listrik, pertempuran antara Hamas dan Israel pun masih kerap terjadi. Kendati demikian, hingga kini Qatar masih menjalin baik dengan Israel, Palestina, termasuk Hamas yang mengontrol Gaza.

Meskipun itu tidak mudah, kehadiran kami telah memfasilitasi ketenangan di perbatasan dengan Gaza walaupun terkadang terjadi kekerasan. Kami sangat dihormati oleh keduanya (Israel-Palestina), tuturnya.

(der/fin)