Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura Digagalkan

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Penyelundupun bibit lobster ke Singapura terbongkar.
Polda Sulsel menangkap tiga pelaku, dua orang lainnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Meski begitu, identitas kedua pelaku sudah diketahui oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel. Masing-masing DB yang juga pemilik bibit lobster, dan lainnya berinisial ST yang membuka jalur pengiriman dan sudah menerima uang Rp70 juta dari RM.

Tiga orang lainnya, Sumarjo, lelaki berinisial RM pemilik lobster, dan ST buruh packing.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, mengatakan, kasus penyelundupan ini diungkap oleh tim gabungan Polda Sulsel, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM), Kantor wilayah Bea Cukai Makassar dan Petugas Aviation Security (Avsec).

Koper berwarna hitam dicurigai oleh petugas saat melewati x-ray. Petugas lalu melakukan pemeriksaan manual. Ternyata benih lobster di dalam tabung plastik yang diisi oksigen. Itu ditumpuk kerupuk, mie instan dan sandal jepit.

“Baby lobster rencananya akan dikirim ke Singapura. Penyelundupan ini sudah lama direncanakan, sejak pertengahan Agustus,” kata Hamidin saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Selasa, 10 September.

Hamidin mengaku, sudah lama mendalami isu lingkungan di Sulawesi Selatan. Penyelundupan ini ditemukan paling signifikan.

“Kita menangkap 19 ribuan ekor benur lobster, satu benur itu harganya Rp150 ribu. Kalau ditotal yang mereka hasilkan dari pekerjaan itu lebih Rp3 miliar,” ujarnya.

Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono menambahkan, setelah berhasil mengamankan pembawa koper, sehari kemudian pemilik benih lobster berhasil diamankan.

Dari hasil interogasi lanjutnya, RM sudah pernah menjalani hukuman empat bulan dalam kasus yang sama (penyelundupan benih lobster). “Nanti kita akan dalami lagi sudah berapa kali dia melakukan tindak pidana ini,” ungkapnya.

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM), Sitti Chadijjah, mengatakan, aktivitas ilegal benih lobster ini yang disinyalir memang marak terjadi di wilayah Indonesia Timur sudah lama diintai.

Hal ini sesuai aturan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Permen 56 tahun 2016 tentang larangan penangkapan benih Lobster dengan ukuran dibawah 200 gram.

“Ini yang kita dapat sesuai aturan itu memang dibawah ukuran 200 gram, jelas melanggar aturan Permen 56 2016 dan Uu no 45 tahun 29. Sesuai aturan Permen itu kita akan lepas ke habitatnya,” bebernya.

Ada dua jenis benih lobster yang diamankan. Masing-masing benih lobster mutiara sebanyak 13.477 ekor dan benih lobster pasir sebanyak 5.776 ekor.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 UU RI no.31 tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan UU RI no.45 tahun 2009, tentang perikanan Jo pasal 31 ayat 1 UU RI No.16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

(ans/rif)