Fintech Ilegal Tak Bisa Buka Rekening Bank

FIN.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya keras memberantas keberadaan perusahaan financial technology (fintech) ilegal di Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah bekerjasama dengan perbankan agar menolak permohonan buka rekening bank.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, dengan menjalin kerja sama dengan perbankan, maka diharapkan perkembangan fintech ilegal tidak semakin meluas. Bahkan bila bisa tidak ada sama sekali.

“Satgas minta ke bank untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi kepada OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan fintech ilegal,” ujar Tongam di Jakarta, kemarin (10/9).

Tongam menjelaskan, fintech yang terdaftar di OJK harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau koperasi. Bila tidak ada persyaratan itu, maka tidak mendapatkan izin dari OJK.
Sejauh ini, klaim Tongam tidak ada bank yang bandel alias melanggar permintaan OJK untuk mendukung memerangi fintech ilegal yang merugikan masyarakat.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mendukung langkah OJK yang terus berupaya keras memerangi keberadaan fintech ilegal. “Sangat bagus yang dilakukan OJK, komitmen dalam memerangi fintech ilegal. Ini harus kita dukung,” ujar dia kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (10/9).

Menyoal apabila ada perbankan yang masih tetap bandel tidak mendukung langkah OJK, menurut dia, hal itu karena masalah komunikasi saja. “Perintah dari OJK untuk menutup rekening-rekening tertentu, perbankan nggak mungkin membantah perintah OJK,” ucap dia.

Sampai dengan 7 Agustus 2019, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 127 perusahaan.

(din/fin)