Kecambah Kedelai Cegah Kerusakan Hati

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Beberapa tanaman telah diketahui memiliki fungsi sebagai hepatoprotektor atau memberikan perlindungan pada hati dari kerusakan. Komponen yang terdapat dalam tanaman tersebut kaya akan antioksidan yang dapat melindungi hati dari kerusakan akibat induksi hepatotoksin. Antioksidan alami berasal dari senyawa fenolik seperti golongan flavonoid. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi, Asril Burhan bersama Sitti Rahimah, Maulita Indrisari, dan Ade Irma Sari melakukan penelitian terkait kandungan flavonoid kecambah kedelai sebagai hepatoprotektor.

Mula-mula biji kacang kedelai dicuci, lalu direndam dalam air selama kurang lebih 4 jam, kemudian ditiriskan, lalu diletakkan diatas kapas dan selanjutnya ditutup kembali dengan kapas dan kain. Sampel dibiarkan hingga tiga sampai empat hari pada tempat gelap sambil sesekali disemprot dengan air dan diatur temperatur dan kelembapannya. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi.

Kecambah kedelai yang didapatkan dari proses perkecambahan dibersihkan, dirajang dan ditimbang sebanyak 500 gram. Sampel kemudian dimasukkan dalam bejana maserasi dan ditambahkan pelarut etanol 70 persen sebanyak lima liter. Kecambah kedelai dimaserasi selama tiga hari pada suhu kamar sambil sekali-kali diaduk kemudian difiltrasi menggunakan kain flannel. Ampas diremaserasi dengan pelarut yang sama hingga diperoleh filtrat berwarna bening. Filtrat dikumpulkan kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator sampai didapatkan ekstrak kental lalu dihitung rendemen.

Hewan uji yang digunakan adalah tikus jantan (Rattus norvegicus) sebanyak 15 ekor dan dibagi menjadi lima kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kecambah kedelai 400 mg/kgBB memiliki aktivitas hepatoproteksi paling efektif dibandingkan dosis 200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB dengan parameter histopatologi tikus jantan yang diinduksi parasetamol.

“Efek hepatoproteksi kecambah kedelai diduga karena memiliki kandungan senyawa antioksidan yang aktif secara biologis salah satunya adalah flavonoid. Flavonoid dan tanin merupakan senyawa yang bersifat antioksidan karena memiliki gugus hidroksi fenolik dalam struktur molekulnya, yang memiliki daya tangkap radikal bebas dan sebagai pengkhelat logam,” terangnya.

(ind/dni)