Bawaslu Satukan Persepsi dengan MA

FIN.CO.ID, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI sebagai lembaga yang memiliki kewenangan mengawasi jalannya tahapan Pilkada 2020, tengah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya menjalin komunikasi dengan Mahkamah Agung (MA). Kemarin, (9/9)Ketua Bawaslu RI, Abhan beserta empat pimpinan lainnya, melakukan audiensi dengan MA.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menjelaskan, tujuan audiensi ini untuk meningkatkan intensitas komunikasi antara Bawaslu dan MA. Pasca pemungutan suara, keduanya akan menangani perkara yang diajukan oleh peserta pilkada yang tidak puas dengan hasil pilkada. Bahkan, sengketa yang telah diputus Bawaslu bisa dibawa banding ke MA.

:Jadi kami ingin samakan persepsi supaya proses penyelesaian perkara lebih cepat. Sehingga pihak-pihak yang berperkara bisa memperjuangkan keadilan dengan sebaik-baiknya,” kata Fritz di gedung Bawaslu RI, Jakarta, Senin (9/9).

Selain itu, sambungnya, kedua belah pihak membicarakan jika nantinya ada gugatan yang diajukan peserta pemilu melalui email dan semacamnya. Hal seperti itu perlu dibicarakan lebih detail supaya memperlancar proses penyelesaian sengketa.

MA menyambut baik kehadiran Bawaslu. Sebagai sesama lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam pesta demokrasi, Bawaslu harus rajin menjalin komunikasi demi menciptakan kehidupan demokrasi lebih baik. “MA juga menghormati kewenangan Bawaslu dalam fungsi kuasi keadilan dalam pemilu. Kami juga menghormati kewenangan MA dalam menangani perkara pemilu,” bebernya.

Anggota Bawaslu lainnya, Ratna Dewi Pettalolo berharap masukya Bawaslu dalam oraganisasi penyelenggara pemilu dunia, The Association Of World Election Bodies (A-WEB) bisa memberikan masukan yang penting dalam membangun kekuatan ‘check and balance’. Bahkan, Bawaslu sebagai produk orisinil Indonesia bisa menjadi pusat pembelajaran dunia.

“Lembaga pengawas yang terpisah dari lembaga penyelenggaraan adalah salah satu strategi penting membangun kekuatan check and balance,” kata Dewi. Dia mengatakan, keberadaan Bawaslu menjadi anggota A-WEB merupakan prestasi yang baik karena Bawaslu telah go internasional.

Dewi berharap, akan banyak berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan negara lain guna memperkuat eksistensi lembaga pengawas pemilu.”Saya kira ini prestasi yang cukup baik. Akan banyak sharing untuk memperkuat eksistensi pengawas pemilu,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki lembaga pengawas pemilu. Negara-negara lain bisa saja menjadikan Indonesia sebagai contoh lembaga pengawas pemilu. “Bahkan bisa jadi nantinya Bawaslu menjadi pusat pembelajaran dari negara-negara demokrasi di dunia tentang lembaga pengawas pemilu,” tandasnya.

(khf/fin/rh)