Ayam Impor Tak Wajib Halal

FIN.CO.ID, MAKASSAR – Daging ayam impor tak lagi diwajibkan mencantumkan label halal. Kebijakan tersebut dinilai merugikan peternak lokal.
\Pemerintah telah menerbitkan aturan pencabutan aturan wajib lebel halal tersebut. Alasannya untuk mengakomodasi permintaan Brasil. Supaya produknya lebih mudah masuk pasca kekalahan Indonesia di Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi
Perdagangan Dunia (DSB WTO).

Ketua Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging Sulsel, Muhajir Dewi, mengatakan kebijakan ini pastinya akan berdampak semakin banyaknya ayam Brasil di pasar. Sehingga akan sangat merugikan peternak lokal.

“Bagaimana bisa peternak sejahtera jika ayam impor semakin banyak,”katanya, Senin, 9 September.

Sementara kata dia, sekarang ini telah terjadi penurunan daya beli masyarakat. Persoalan banyaknya pengeluaran yang di akumulasi beberapa faktor, seperti masuk sekolah, ramadan, dan lebaran. Walaupun kata dia, saat ini harga masih cukup stabil. Antara Rp20 sampai Rp21 ribu ke perkilogram yang langsung ke konsumen.

“Tetapi jika disentil sedikit, harga bisa anjlok. Jadi bagaimana kita mau sejahtera,”katanya.

Dia juga mengaku heran dengan kebijakan ini, pasalnya kita negara mayoritas muslim. Dimana semua produk wajib berlabel halal.

“Kita saja peternak kecil diwajibkan berlabel halal. Kok justru yang dari luar negeri yang kita tidak tahu cara potongannya seperti apa diberikan kebijakan begitu,” sesalnya.

Salah satu pengusaha ternak Takalar, Ilyas Muhammad, juga mengkhawatirkan kebijakan ini membuat tak terkendalinya ayam Brasil. Akibatnya, ayam lokal tidak laku. “Harga pasti anjlok. Padahal dijual dengan harga yang stabil saja keuntungannya tipis,”katanya.

(mum/dir)